Kemenkes Siapkan Bantuan Uang Tunai dan Beras bagi Pasien TBC

Wamenkes Benjamin Paulus saat memberikan keterangan. Foto: Regi
Wamenkes Benjamin Paulus saat memberikan keterangan. Foto: Regi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia akan memberikan bantuan uang tunai hingga beras pada pasien Tuberculosis (TBC).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan hal tersebut seusai mengadakan pertemuan tentang percepatan eliminasi di Kabupaten Bogor.

Ia menjelaskan, kedatangannya di Kabupaten Bogor untuk melakukan sosialisasi pemberantasan TBC yang dilakukan secara masif.

Baca Juga:Kehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTELAda 250 Kursi Mudik Gratis Pemkot Bandung, Siap Antar Warga Pulang ke Kota-kota Ini!

Selain itu, pemberantasan TBC juga akan dilakukan secara terukur dan melibatkan lintas sektoral berbagai kementerian.

“Jadi nanti bukan hanya ngobatin pasien, tapi pasien yang tidak mampu juga bisa mendapatkan kalau dia masuk dari kriteria tidak mampu desil 1-4 mereka bisa mendapatkan juga tunjangan uang 200 ribu per orang. Terus kalau dia tidak mampu bisa dapat tunjangan beras,” kata Benjamin di Gedung Sekretariat Daerah, Kabupaten Bogor, pada Kamis (26/2/2026).

Kemenkes, lanjut dia, memberikan pengobatan 100 persen gratis terhadap pasien dan pemeriksaan kesehatan terhadap keluarganya. Pemeriksaan tersebut tidak hanya terfokus pada penyakit TBC melainkan diabetes dan hipertensi.

“Kalau ada kita temukan, kita obatin. Kalau ada kelainan jantung, kita obatin,” kata dia.

“Jadi dilakukan cek kesehatan gratis selain untuk pemberantasan TBC juga penyakit yang menyebabkan pembiayaan sangat besar dan merugikan kita,” sambung dia.

Benjamin menjelaskan, tidak terkendalinya diabetes ataupun hipertensi dalam beberapa tahun dapat mengakibatkan kelainan ginjal yang menyebabkan pasien harus melakukan cuci darah.

“Hari ini orang yang cuci darah di Indonesia 156 ribu. Bayangkan 156 ribu orang cuci darah. Satu kali cuci darah 1 juta. Bayangin ya, per kali cuci darah seminggu 2 kali. Berapa triliun angkanya? Serangan jantung juga sama,” ujarnya.

Baca Juga:MTP dan Kodim 0618/Kota Bandung Gelar Pangan Murah untuk Bantu Masyarakat Memenuhi Kebutuhan PokokSundown Feast Iftar di Kimaya Braga Bandung by HARRIS, Sensasi Buka Puasa Arabic Modern dengan Sentuhan Wester

Maka, penurunan cuci darah di Indonesia disebut dapat dilakukan dengan cara mengontrol diabetes hingga hipertensi.

“Jadi ini semua kita tadi jelaskan ke seluruh perangkat, Pak Camat, Pak lurah, Pak Kepala Desa, agar kita mencegah orang Indonesia untuk sakit. Jadi cek kesehatan gratis itu tujuannya supaya masyarakat Indonesia di usia produktif sehat,” pungkasnya.

0 Komentar