Pemdes Jayamekar Kawal Ganti Rugi Tiga Rumah Roboh di Permata Padalarang

Pemdes Jayamekar Kawal Ganti Rugi Tiga Rumah Roboh di Permata Padalarang
Tiga rumah di Perum Permata Padalarang, Bandung Barat ambruk seusai diguyur hujan deras. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus ambruknya tiga rumah di Komplek Permata Padalarang, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dipastikan menjadi tanggung jawab pengembang.

Pemerintah Desa Jayamekar menyatakan akan mengawal proses ganti rugi hingga hak warga terdampak terpenuhi.

Kepala Desa Jayamekar, Siti Khoiriyah, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pembahasan dengan pengembang terkait mekanisme pertanggungjawaban dan bentuk ganti rugi yang akan diberikan kepada warga.

Baca Juga:Indonesia Siap Naik Kelas, 15 Ribu Insinyur Ditargetkan Kuasai Teknologi Desain Chip Global Tak Lagi Terpusat di Jawa, Menaker Dorong Magang Nasional 2026 Menjangkau Semua Provinsi

“Kami sedang proses pembahasan dengan pihak pengembang. Mohon waktu untuk update selanjutnya,” ujar Siti saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Sebagai langkah awal, pengembang menanggung biaya kontrakan bagi penghuni rumah yang terdampak, khususnya satu keluarga yang rumahnya ambruk total.

“Penghuni utama sudah tiga bulan mengontrak, dan itu dibayarkan oleh pengembang sebagai hunian sementara,” jelasnya.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Blok F RT 03 RW 25, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Dari tiga rumah yang terdampak, satu unit ambruk total, sementara dua lainnya mengalami kerusakan berat namun masih dapat dihuni.

“Iya, ada tiga rumah terdampak. Satu ambruk total. Dua lainnya rusak di bagian dapur dan sebagian bangunan, tetapi masih bisa ditempati,” kata Siti.

Ia menambahkan, dua rumah dalam kondisi kosong saat kejadian, sedangkan satu rumah dihuni enam orang. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena penghuni sudah keluar lebih dulu setelah melihat retakan di beberapa bagian tembok.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Bangunan memang sudah terlihat retak sebelumnya, sehingga penghuni memilih keluar sebelum kejadian,” ungkapnya.

Baca Juga:Sinergi Aparat Meningkat, Bea Cukai Sita 249 Juta Batang Rokok Ilegal di Januari 2026OJK dalami 32 Kasus Pasar Modal, Soroti Peran Influencer dan Dugaan Manipulasi Harga

Berdasarkan informasi di lapangan, salah satu rumah telah mengalami retakan sejak sekitar satu bulan lalu. Pemiliknya bahkan memutuskan mengontrak tempat tinggal lain karena khawatir kondisi bangunan semakin memburuk.

Diduga, ambruknya bangunan dipicu konstruksi yang kurang kuat di lahan miring, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Saat satu rumah roboh, bangunan itu disebut ikut menarik rumah di sampingnya dan menimpa rumah lain di bagian belakang, sehingga menyebabkan kerusakan berantai.

Aparat Desa Jayamekar bersama Polsek Padalarang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan pendataan serta pengecekan kondisi bangunan di lokasi.

0 Komentar