560 Siswa Mulai MPLS di SRT 4 Kabupaten Bandung, Pemerintah Siapkan Rekrutmen 8.300 Guru dan Tenaga Pendidik

Sebanyak 560 siswa mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (S
Sebanyak 560 siswa mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2026). Pembukaan MPLS dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman yang memastikan kesiapan operasional sekolah hampir rampung. Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 560 siswa mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2026).

Pembukaan MPLS dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman yang memastikan kesiapan operasional sekolah hampir rampung.

Di saat bersamaan, Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan tengah merekrut sekitar 8.300 guru dan tenaga pendidik untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Baca Juga:Final Piala Presiden Jadi Bukti Proses Persib Berjalan di Jalur yang TepatMenhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRI

Dudung mengatakan, SRT 4 Kabupaten Bandung kini menampung 560 siswa yang terdiri atas 56 siswa SD, 229 siswa SMP, dan 275 siswa SMA. Seluruh peserta didik tersebut merupakan gabungan dari delapan Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Bandung.

“Saya membuka secara resmi masa pengenalan lingkungan sekolah di Kabupaten Bandung. Ini ada 560 siswa, baik SD, SMP, maupun SMA. Ini kan dari delapan sekolah rintisan digabungkan jadi satu di sini,” kata Dudung.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum, kesiapan operasional sekolah telah mencapai hampir 100 persen. Menurutnya, penyelesaian sarana dan prasarana pendukung akan dilakukan secara bertahap.

“Ini sudah 100 persen lah ya, hampir 100 persen sudah siap. Tinggal sarana dan prasarana yang lainnya menyusul. Tapi ini sudah siap dalam langkah operasional pendidikan,” ujarnya.

Dudung mengakui masih terdapat kekurangan tenaga pendidik yang menjadi perhatian pemerintah. Namun, kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui proses rekrutmen yang sedang berjalan.

“Guru-guru yang masih kurang akan segera direkrut oleh Menteri Pendidikan Dasar. Nanti akan segera direkrut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico mengungkapkan Kemensos saat ini tengah menjalankan rekrutmen sekitar 3.300 guru dan 5.000 tenaga pendidik yang terdiri atas wali asuh dan wali asrama untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 202624th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat Tiga

“Hari ini sedang berproses rekrutmen guru dan tenaga pendidik. Guru itu kami butuh sekitar 3.300 orang. Kemudian tenaga pendidik yang terdiri dari wali asuh dan wali asrama kurang lebih 5.000 orang. Baru bisa masuk nanti insyaallah pada tanggal 1 September,” ujar Robben.

Selama proses rekrutmen berlangsung, Kemensos meminta dukungan pemerintah daerah untuk meminjamkan guru tamu dan tenaga pendidik tamu agar proses pembelajaran tetap berjalan hingga tenaga pendidik definitif mulai bertugas.

0 Komentar