JABAR EKSPRES – Memasuki bulan suci Ramadan, tradisi tahunan Pasar Tumpah kembali muncul di sejumlah ruas jalan di Kota Banjar. Kawasan ini berubah menjadi pusat kuliner dadakan yang ramai diserbu warga untuk berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Salah satu lokasi yang ramai berada di Desa Balokang. Setiap sore, tepatnya mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, pertigaan dekat rel kereta api di desa tersebut dipadati puluhan pedagang kaki lima. Mereka menggelar dagangan di pinggir jalan, membentuk pasar tumpah yang menjajakan aneka makanan dan minuman.
Warga berbondong-bondong datang ke lokasi tersebut untuk mencari hidangan pembuka puasa. Kerumunan warga menyemut dan memadati area pedagang, menciptakan suasana khas Ramadan yang semarak.
Baca Juga:Jembatan Cirahong, Ikon Bersejarah di Perbatasan Tasik Ciamis Kini Jadi Primadona Wisata NgabuburitNgabuburit di Taman Uncal Pemkab Bandung, Warga Apresiasi Habitat Rusa dan Fasilitas Keluarga
“Setiap tahun lokasi ini menjadi pasar tumpah kuliner ramadan. Mulai pukul 16.00 sampai 18.00 WIB, banyak orang berkumpul di sini untuk mencari aneka kuliner,” ujar Wahyu, seorang warga Desa Balokang, kepada Jabar Ekspres, Selasa (24/2/2026).
Fenomena serupa juga terlihat di kawasan Alun-Alun dan jalan sekitarnya. Area pusat kota ini tak kalah ramai dengan kehadiran para pedagang musiman. Warga dari berbagai penjuru kota tampak berburu aneka makanan olahan untuk menu berbuka.
Para pedagang yang berjualan di lokasi-lokasi strategis ini umumnya adalah pedagang musiman yang hanya muncul saat Ramadan. Mereka memanfaatkan momen ini untuk meraih keuntungan, sekaligus menghadirkan variasi kuliner yang dinanti-nantikan masyarakat.
“Saya setahun sekali jualannya, biar ada ciri khasnya. Jadi ditunggu-tunggu sama masyarakat. Kalau jualan setiap hari kan sudah biasa, tidak ada istimewanya. Kalau setiap bulan puasa kan jadi spesial,” kata seorang pedagang Sop Buah khas Cirebon yang ditemui di Alun-Alun Banjar, Senin (23/2).
Keberadaan pasar tumpah ini tidak hanya menjadi solusi bagi warga yang enggan memasak, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan ciri khas ekonomi kreatif yang tumbuh subur di bulan penuh berkah.
Selain itu, para pembeli juga mengaku senang dengan keberadaan pasar tumpah ini. Selain menawarkan banyak pilihan jajanan, mulai dari jajanan ringan hingga makanan berat, termasuk jajanan khas Ramadan, harganya pun dinilai sangat terjangkau di kantong masyarakat.
