Investor Tawarkan Teknologi Pilah Sampah Berbasis AI ke Pemprov Jabar

Wagub Jabar Erwan Setiawan (kiri) selepas menerima investor. (son)
Wagub Jabar Erwan Setiawan (kiri) selepas menerima investor. (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – PT Cakrawala Investama Andalan menawarkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam memilah sampah ke Pemprov Jawa Barat. Itu untuk mendukung penuntasan masalah sampah di Jawa Barat.

Perusahaan itu berkolaborasi dengan Startup asal Amerika dalam menghadirkan teknologi tersebut. Sebagai langkah awal, mereka berharap Gedung Sate bisa dijadikan lokasi prototype operasi teknologi itu.

Rombongan investor itu diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Senin (23/2). Pertemuan itu masih dalam penjajakan. Artinya juga belum ada kesepakatan kerja sama secara hitam di atas putih. “Kami sangat menyambut baik. Untuk tindak lanjutnya nanti dibahas dengan dinas terkait,” kata Erwan.

Baca Juga:Mengenang Masa Kecil di Masjid Agung Bandung, Wali Kota Ajak Lakukan Ini di Momen RamadanRamadan Momentum Disiplin: Farhan Bagikan Rutinitas Spiritual dan Fisik

Erwan melanjutkan, teknologi itu sebenarnya postif. Artinya membantu proses pemilahan sampah yang ada di Jawa Barat.

Termasuk bisa mendukung operasional TPPAS Legok Nangka. “Jadi sebelum ke TPPAS, sampah bisa terpilah dulu. Dengan AI bisa lebih cepat, ” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih menambahkan, teknologi itu memang menjadi terobosan yang cukup baik. Yakni hadir dengan memanfaatkan AI.

Tapi dalam pelaksanaan jika nanti diterapkan tentu memiliki beberapa tantangan. Di antaranya adalah masyarakat yang memang belum terbiasa memilah sampah. Kondisi sampah cenderung campur aduk. Belum lagi usia sampah yang sudah bercampur lama.

“Makanya tadi mereka ingin terlebih dahulu piloting (uji coba. Red) di perkantoran, di sekolah-sekolah, di mall, ” jelasnya.

Rencana awal, lanjut Ai, mereka ingin menerapkan teknologi itu di tingkat rumah tangga. “Tapi kan bayangkan ya, di Jawa Barat itu ada 50 juta penduduk, sekian juta rumah tangga begitu, alatnya juga kan lumayan lah ya. Jadi memang ini masih menjadi tantangan, ” katanya. (son)

0 Komentar