Diduga Palak Pengamen, Pria di Cibiru Dikeroyok hingga Luka Parah di Bagian Ini

Curhat di TikTok Usai Laporan Mandek, Keluarga Bogor Minta Kepastian Kasus Dugaan Pengeroyokan
Curhat di TikTok Usai Laporan Mandek, Keluarga Bogor Minta Kepastian Kasus Dugaan Pengeroyokan. Ilustrasi Net
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang pria berinisial DS alias Endi (36) mengalami luka parah di bagian kepala setelah diduga dikeroyok sekelompok orang di kawasan Bunderan Cibiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 17.45 WIB. Kapolsek Panyileukan AKP Anang Suryana membenarkan adanya kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, pengeroyokan bermula ketika korban mendatangi sekelompok orang yang tengah berkumpul di kawasan Bunderan Cibiru.

Baca Juga:Hotel Platinum Yogyakarta Gunakan CNG, Efisiensi Biaya Operasional Capai 30 PersenDua Tahun Beruntun, Kabupaten Tasikmalaya Sabet Juara 1 TPID Award Jawa-Bali

“Pada hari Rabu tanggal 23 September 2026 sekira pukul 17.45 WIB di Bunderan Cibiru, Jalan A. H. Nasution, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru Kota Bandung, telah terjadi tindak pidana pengeroyokan terhadap saudara Didin Solehudin (DS) alias Endin yang diduga dilakukan oleh sekitar 8 orang pemgamen jalanan yang mengakibatkan luka berat di bagian kepala korban,” ucapnya, Jumat (25/9).

Anang mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, pengeroyokan tersebut diduga dipicu aksi pemalakan yang dilakukan korban terhadap para pengamen yang sedang berkumpul.

“Menurut keterangan saksi, sekitar 8 org pengamen jalanan betkumpul dan meminum-minuman keras dipinggir jalan. Sekira Pukul 17.30 WIB, terjadi saling pukul terhadap salah satu orang yang tidak dikenal oleh beberapa orang pemgamen dan mengakibatkan luka dibagian kepala dan korban tergeletak di jalan pinggir jalan, kejadian tersebut diduga adanya cekcok permintaan uang japrem kepada para pengamen yang dilakukan oleh korban,” ucapnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Anang menambahkan, berdasarkan keterangan sejumlah warga, korban diduga kerap melakukan pemerasan terhadap pengamen maupun pedagang kaki lima di sekitar kawasan Bunderan Cibiru.

“Menurut (keterangan) warga masyarakat bahwa korban pengeroyokan adalah pelaku pemerasan yang sering dilakukan terhadap para pengamen ataupun pedagang kaki lima disekitar Bunderan Cibiru. Korban selalu kasar dan melakukan tindakan ke setiap orang jika tidak dikasih uang ataupun makanan. Dimungkinkan (kejadian tersebut) ada dendam dari pelaku terhadap korban yang sering memeras uang hasil ngamen di sekitar Bunderan Cibiru,” pungkasnya.

Polisi masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.

0 Komentar