1 Tahun Kepemimpinan Farhan-Erwin, Warga Bandung Keluhkan Banjir Sampah dan Kemacetan yang Belum Tuntas

1 Tahun Kepemimpinan Farhan-Erwin, Warga Bandung Keluhkan Banjir Sampah dan Kemacetan yang Belum Tuntas
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat melakukan agenda kunjungan kerja. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Memasuki satu tahun masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan Erwin, sejumlah warga mulai menyuarakan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Berbagai persoalan klasik seperti banjir, sampah, dan kemacetan dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan.

Sejumlah warga yang ditemui di beberapa wilayah Kota Bandung mengaku masih menghadapi persoalan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir kembali memicu genangan air di sejumlah titik rawan banjir.

Rudi (45), warga Cingised, mengaku kecewa karena banjir masih kerap terjadi saat hujan deras mengguyur.

Baca Juga:Masjid Agung Al Fathu, Simbol Hijrah Ibu Kota Kabupaten Bandung ke SoreangHUT ke-6, Hotel 88 Alun-Alun Bandung Rayakan dengan Aksi Sosial dan Promo Ramadan Spesial Rp88 Ribu

“Setiap hujan besar, air cepat sekali naik. Kami berharap ada solusi konkret, bukan hanya wacana normalisasi,” ujarnya saat ditemui Jabarekspres, Senin (23/2)

Keluhan serupa disampaikan Santi (34), warga Antapani, yang menilai sistem drainase dan penanganan sungai belum optimal sampai saat ini.

“Sudah satu tahun, tapi titik banjir masih itu-itu saja. Harusnya ada progres yang bisa dirasakan warga,” katanya.

Masalah sampah juga menjadi sorotan, beberapa kawasan permukiman dan sudut jalan masih ditemukan tumpukan sampah yang terlambat diangkut. Warga menilai pengelolaan sampah belum sepenuhnya tertata, terutama di tingkat lingkungan.

“Kadang sampah menumpuk sampai dua hari, bau dan mengganggu. Kami ingin ada pembenahan yang serius, bukan hanya imbauan memilah sampah,” ujar Dedi (39), warga Arcamanik.

Di sisi lain, kemacetan lalu lintas juga dinilai belum mengalami perbaikan berarti. Pada jam sibuk pagi dan sore, sejumlah ruas jalan utama masih padat merayap, minimnya rekayasa lalu lintas yang efektif serta pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat menjadi keluhan warga.

Lina (28), karyawan swasta yang setiap hari melintas di kawasan Pasteur, mengatakan waktu tempuh perjalanannya tidak banyak berubah dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga:Urai Kemacetan, Bandung Butuh Enam Flyover dan Tiga Jembatan BaruGelar Patroli Dini Hari, 26 Anggota Geng Motor hingga 3 Remaja Bersenjata di Bandung Diamankan Polisi

“Macetnya masih sama, kadang malah terasa makin parah, belum terlihat solusi yang benar-benar terasa dampaknya,” ucapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, menyampaikan bahwa satu tahun kepemimpinan seharusnya sudah menunjukkan arah perubahan yang jelas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

0 Komentar