JABAR EKSPRES – Berdirinya Masjid Agung Al Fathu tidak bisa dilepaskan dari momentum perpindahan ibu kota Kabupaten Bandung dari Baleendah ke Soreang pada pertengahan 1980-an.
Masjid yang kini berdiri megah di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung itu mulai dibangun sejak 1985, sebelum terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1986 yang secara resmi menetapkan Soreang sebagai ibu kota Kabupaten Bandung.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al Fathu, KH Agus Qustholany, menjelaskan bahwa pembangunan masjid memang berlangsung bersamaan dengan proses pemindahan pusat pemerintahan.
“Betul. Masjid Al-Fathu didirikan tahun 1985,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Baca Juga:Indef Sebut Gejolak Tarif AS Lebih Cepat Mengguncang Pasar Keuangan IndonesiaJelang Lebaran, Bapanas Perketat Pengawasan Harga dan Distribusi Pangan
Ia membenarkan bahwa pendirian masjid tersebut berkaitan erat dengan perpindahan ibu kota.
“Iya betul, awalnya ibu kota di Baleendah, lalu pindah ke Soreang,” kata KH Agus.
Sebelumnya, Baleendah sempat direncanakan menjadi pusat pemerintahan baru. Namun, persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut membuat pemerintah mengurungkan rencana itu.
Akhirnya, Soreang ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Bandung, bersamaan dengan berlakunya PP Nomor 2 Tahun 1986.
Menurut KH Agus, secara prinsip pembangunan Masjid Al Fathu juga mengandung filosofi mendalam. Ia menyebut konsepnya mengadaptasi peristiwa hijrah dalam sejarah Islam.
“Ya, secara prinsip mengadaptasi peristiwa hijrah, seperti perpindahan dari Mekkah ke Madinah,” tuturnya.
Dengan demikian, perpindahan pusat pemerintahan dari Baleendah ke Soreang dimaknai sebagai bentuk hijrah menuju kondisi yang lebih baik, dan masjid menjadi simbol spiritual dari perubahan tersebut.
Baca Juga:Tingkatkan Ekonomi, Perhutanan Sosial Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan IklimKAI Bidik Pasar Wisata di Pulau Jawa, Siapkan Kereta Konsep Experience dan Heritage
Secara fisik, bangunan Masjid Al Fathu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Pada awal berdiri, masjid tersebut belum memiliki kubah.
Renovasi besar dilakukan pada 2007 setelah adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada DKM.
Bantuan itu digunakan untuk memperbarui sejumlah bagian bangunan, termasuk penambahan kubah yang kini menjadi salah satu ciri khas arsitektur Masjid Al Fathu.
Letaknya yang berada di kawasan perkantoran Pemkab Bandung membuat masjid ini memiliki peran strategis.
Tidak hanya dimanfaatkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), masjid tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum dari berbagai wilayah Kabupaten Bandung, bahkan luar daerah.
