Jalan Desa di Ngamprah Bandung Barat Tergerus Longsor, BPBD Tutup Akses Mobil

Jalan Desa di Ngamprah Bandung Barat Tergerus Longsor, BPBD Tutup Akses Mobil
Petugas desa saat meninjau longsor di Kampung Cikawati, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dok BPBD KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Akses jalan di Kampung Cikawati, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terganggu setelah longsor menggerus sebagian badan jalan pada Jumat (20/2/2026).

Dampak dari bencana longsor tersebut, ruas jalan di wilayah tersebut menyempit dan akses ,akendaraan roda empat untuk sementara ditutup.

Petugas lapangan dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, Suheri mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak malam hari. Kondisi tanah yang labil membuat sebagian badan jalan ambrol dan menyisakan retakan di sejumlah titik.

Baca Juga:Normalisasi Sekolah dan Hunian Aman Jadi Fokus Pemulihan Longsor di CisaruaDuka Longsor Pasirlangu Cisarua KBB Dinodai Selfie Pengunjung

“Akibat longsor ini, satu ruas jalan desa terdampak cukup serius karena sebagian jalan tergerus,” ujar Suheri saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, panjang jalan terdampak longsor diperkirakan mencapai 15 meter dengan tinggi tebing sekitar 8 meter. Selain itu, ditemukan retakan tanah di sekitar lokasi dengan panjang kurang lebih 30 meter.

“Jalan yang longsor sekitar 15 meter dengan ketinggian 8 meter. Ada juga retakan tanah kurang lebih sepanjang 30 meter,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, akses kendaraan roda empat untuk sementara ditutup demi menghindari risiko longsor susulan. Jalan hanya dapat dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki dengan kewaspadaan tinggi.

BPBD KBB bersama aparat desa telah melakukan penanganan awal dengan memasang tanda peringatan di sekitar lokasi. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini antara lain karung dan terpal untuk penanganan darurat guna menahan pergerakan tanah.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada laporan korban jiwa. Namun, warga diminta mengurangi aktivitas di sekitar titik longsor dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah baru.

Suheri mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bandung Barat masih cukup tinggi.

Baca Juga:Rumah Relokasi Korban Longsor Arjasari Rampung, Warga Bisa Istirahat TenangATR/BPN KBB Inventarisasi Tanah Korban Longsor Desa Pasirlangu Cisarua

“Curah hujan masih tinggi. Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar