“Harus ada rencana lima sampai sepuluh tahun yang jelas. Ruas mana prioritas struktural, mana pemeliharaan rutin. Kalau tidak, setiap tahun akan muncul drama yang sama,” tambahnya.
Bagi Yudi, lonjakan anggaran justru menjadi ujian kepemimpinan dan tata kelola. Jika momentum ini dimanfaatkan untuk membangun sistem yang terintegrasi dan transparan, Bandung berpeluang memperbaiki wajah infrastrukturnya secara berkelanjutan.
Namun jika tidak, ia mengingatkan risiko pemborosan anggaran akan semakin besar.
Baca Juga:Anggaran Perbaikan Jalan Naik jadi Rp300 Miliar, Integrasi dan Pengawasan Proyek Kota Bandung DiujiPengamat Soroti Kerusakan Jalan Kota Bandung Akibat Proyek Ducting Kabel Udara
“Masalah jalan itu wajah paling nyata dari kinerja pemerintah kota. Masyarakat merasakannya setiap hari. Jadi jangan sampai Rp300 miliar hanya menjadi angka besar tanpa perubahan signifikan di lapangan,” pungkasnya. (Dam)
