JABAR EKSPRES – Hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir, bahkan pada beberapa waktu turun sejak pagi hingga dini hari.
Forecaster on Duty Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Leni Jantika, mengatakan, tingginya intensitas hujan yang terjadi belakangan ini dipengaruhi sejumlah faktor kondisi atmosfer (kondisi udara yang mendukung terbentuknya hujan) di wilayah Jawa Barat, termasuk di Kota Bogor.
“Bahkan pada tanggal 19 Februari kemarin hari Kamis, terjadi hujan dengan peningkatan paling terasa, intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup lama, mulai pagi hingga dini hari, dan hampir merata di sebagian besar wilayah Kota Bogor,” kata Leni saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga:Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tugu Selatan Bogor, 40 Jiwa MengungsiDiguyur Hujan Deras, Jembatan Alternatif di Jalur Puncak Bogor Ambruk
Lebih lanjut Leni menjelaskan, secara klimatologis wilayah Jawa Barat saat ini masih berada pada puncak musim hujan. Kondisi tersebut membuat pasokan uap air di atmosfer cukup melimpah sehingga memicu terbentuknya awan hujan hingga terjadi hujan.
Selain itu, aktivitas fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), yakni gelombang atmosfer yang bergerak dari barat ke timur dan dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah tropis, saat ini disebut tengah berada di wilayah Samudra Hindia hingga turut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.
“Secara musiman, Jawa Barat termasuk Kota Bogor saat ini masih berada pada puncak musim hujan. Selain itu, aktivitas MJO yang berada di Fase 3 atau wilayah Samudra Hindia turut mendukung pembentukan awan hujan hingga terjadinya hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Leni menyebut kelembapan udara di atmosfer saat ini juga dinilai cukup tinggi sehingga mendukung terbentuknya awan yang dapat memicu hujan.
Selain itu, kondisi atmosfer yang relatif labil dalam kategori ringan hingga kuat juga membuat potensi hujan di wilayah Bogor meningkat.
“Dari hasil pemantauan, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 mb berada di kisaran 60 sampai 98 persen. Kondisi atmosfer juga relatif labil dari kategori ringan hingga kuat, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif skala lokal,” jelasnya.
