Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Bandung Klaim 70 Persen Program Terealisasi Meski TKD Turun

HPN ke-80 Bupati Bandung Ajak Insan Pers Percepat Transformasi Digital, Siapkan Peningkatan Kapasitas
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat ditemui di Kantor PWI Kabupaten Bandung, Senin (9/2/2026). Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb pada 20 Februari 2026, Bupati Bandung Dadang Supriatna memaparkan capaian serta tantangan yang dihadapi selama setahun terakhir.

Ia mengakui adanya penyesuaian anggaran akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD), namun memastikan mayoritas program prioritas tetap berjalan.

Dadang menyebut, dalam setahun terakhir pemerintah daerah dihadapkan pada masa transisi kebijakan, termasuk berkurangnya TKD dari sebelumnya sekitar Rp3,6 triliun menjadi Rp2,6 triliun pada 2026.

Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta

“Dalam setahun ini memang kita dihadapkan pada transisi kebijakan. TKD yang biasanya Rp3,6 triliun, tahun 2026 berkurang menjadi Rp2,6 triliun. Tentu ini berdampak pada belanja visi-misi,” ujar Dadang, Kamis (19/2/2026).

Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap merealisasikan 57 rencana aksi yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Menurutnya, secara bertahap hampir 70 persen program sudah terealisasi.

“Dari 57 rencana aksi yang akan digulirkan untuk masyarakat Kabupaten Bandung, secara komprehensif hampir 70 persen sudah terealisasi secara bertahap,” katanya.

Salah satu program besar yang tengah diproses adalah pembangunan Bandung Bedas Convention Center di wilayah timur Kabupaten Bandung, tepatnya sekitar Rancaekek.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap penyusunan master study (MS) dan detail engineering design (DED).

“Ini janji politik yang harus kita wujudkan. Memang yang besar saat ini baru proses DED-nya, yaitu Bandung Bedas Convention Center yang akan menjadi titik pelayanan MPP terpusat di wilayah timur. Ini akan menjadi kebanggaan wilayah timur,” ungkapnya.

Di sektor infrastruktur, Pemkab Bandung memproyeksikan anggaran sekitar Rp1,4 triliun untuk tiga tahun ke depan.

Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!

Namun, ia mengakui keterbatasan APBD menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, pihaknya mengoptimalkan sinergi dengan program pemerintah pusat, termasuk Instruksi Presiden Jalan Desa (IJD) serta program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Tentu kalau menggunakan APBD secara keseluruhan ada keterbatasan. Tapi kami berjuang dengan programnya Pak Presiden, termasuk IJD dan TMMD. Tahun ini kita anggarkan Rp10 miliar untuk TMMD,” jelasnya.

Program TMMD tahap pertama tahun ini dimulai dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar yang tersebar di sembilan titik koordinat melalui karya bakti TNI.

0 Komentar