JABAR EKSPRES – Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiagakan armada distribusi air bersih, mempercepat pembangunan 48 titik sumur bor, serta menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga akhir September.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Cipatat, Cikalongwetan, Sindangkerta, Cipongkor, dan Cihampelas.
Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air
“Di sejumlah desa, masyarakat mulai kesulitan memperoleh air bersih karena sumber mata air mengalami penurunan debit bahkan mengering,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Menurut Jeje, pemerintah daerah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau, sekaligus mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Status siaga darurat ini kami tetapkan agar seluruh perangkat daerah dapat bergerak cepat dalam penanganan kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, tetap terpenuhi,” kata Jeje.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah menyiagakan enam armada distribusi air bersih yang terdiri atas tiga mobil tangki milik BPBD, dua unit dari Dinas Perumahan dan Permukiman, serta satu unit dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Selain itu, pembangunan sumber air melalui pengeboran sumur bor atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dipercepat di 48 titik yang tersebar di berbagai desa.
“Setiap titik akan dilengkapi toren atau tandon air agar distribusi kepada masyarakat berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Jeje menambahkan, masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat melapor melalui pemerintah desa, kecamatan, maupun langsung menghubungi layanan darurat BPBD melalui WhatsApp di nomor 0877-1661-2121 agar bantuan segera disalurkan.
Baca Juga:Kurangi Sampah Plastik, ITB Olah Styrofoam Jadi Perekat Bernilai EkonomiPemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak Kemarau
“Hingga saat ini, BPBD Bandung Barat sedikitnya sudah mendistribusikan 10.000 liter air bersih ke empat lokasi terdampak. Bantuan tersebut menjangkau sekitar 160 kepala keluarga,” katanya.
Jeje mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.
