Dadang berharap langkah tersebut mampu mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur desa, terutama di tengah pengalihan dana desa untuk program strategis nasional.
Selain infrastruktur, Pemkab Bandung juga menghadapi kendala di sektor jaminan sosial kesehatan. Dadang mengungkapkan, sekitar 71.000 penerima manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinonaktifkan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah sepakat jika ada pengurangan PBI, namun harus tepat sasaran dan tidak menyasar warga yang benar-benar tidak mampu.
Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta
“Kami sependapat kalau ada pengurangan, tapi harus bagi orang-orang yang sudah mampu. Yang tidak mampu harus tetap diprioritaskan,” katanya.
Terkait strategi pembiayaan 57 rencana aksi di tengah keterbatasan anggaran, Dadang menegaskan pihaknya melakukan efisiensi belanja yang tidak berpihak langsung kepada masyarakat.
“Kita lakukan pengurangan perjalanan dinas, rapat-rapat yang tidak penting. Kita efisiensi dan dialihkan ke belanja yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Ia memastikan sejumlah program unggulan tetap berjalan, seperti program BESTI dengan target pembukaan 10.000 lapangan kerja, program guru ngaji 109 menit, hingga perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Selain itu, pembangunan sarana pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas.
“Walaupun ada pengurangan anggaran, saya semaksimal mungkin memastikan program BESTI tetap berjalan, guru ngaji tetap berjalan, rutilahu tetap berjalan. Semua itu sudah tercakup dalam 57 rencana aksi,” tandasnya.
Dadang optimistis sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Bandung akan mempercepat terwujudnya visi-misi pembangunan daerah. Ia menyebut sekitar 40 persen program daerah selaras dengan program Presiden.
“Mudah-mudahan dengan sinergitas pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Bandung, visi-misi Kabupaten Bandung bisa terwujud,” pungkasnya.
