Dari Mustahik ke Muzaki: 25 Tahun Transformasi Zakat Menguatkan Indonesia dari Bandung

BAZNAS Kota Bandung
KUATKAN ZAKAT: Dua petugas BAZNAS Kota Bandung telaten memeriksa berkas pengajuan zakat seorang warga. Di kantor sederhana Jalan Martanegara No. 6, Turangga, proses berlangsung tenang dan penuh perhatian, Kamis, 12 Februari 2026.
0 Komentar

Sepanjang seperempat abad, BAZNAS Kota Bandung dengan lembut menuai kisah haru di HUT ke-25 pada 17 Januari 2026. Bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, mustahik yang dulu rapuh kini berdiri tegak sebagai muzaki. Zakat diam-diam merekam nasib baru. Pelan namun pasti, dari relung hati Kota Kembang.

FATHOR RAHMAN, Bandung

KAWASAN Lengkong, Kota Bandung menyimpan ketenangan tersendiri. Di Jalan Martanegara No. 6, Turangga, kantor Badan Amis Zakat (BAZNAS) Kota Bandung berdiri sederhana. Di tengah hiruk metropolitan yang tak pernah surut, denyut solidaritas umat terasa begitu hidup. Dekat dengan pemukiman warga yang ramah. Dekat dengan akses mudah ke pusat kota. Bandung adalah kota metropolitan yang penuh dinamika.

Potensi zakat tahunan di Kota Bandung diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun. Angka ini didorong oleh populasi padat, ribuan mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN) produktif, serta pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kreatif. Zakat di sini bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan alat sosial yang lembut namun ampuh. Ia perlahan mengubah wajah kemiskinan urban di tengah kota besar.

Baca Juga:INABA-BILIC MoU: Wujudkan Kemandirian Penyandang DisabilitasGeger! Ratusan Kader PSI Bandung Tinggalkan Partai, Gabung PDI Perjuangan

Meski potensinya besar, realisasi penghimpunan masih rendah. Rata-rata hanya sekitar Rp30 miliar per tahun, dengan jumlah muzaki (pembayar zakat) terdaftar sekitar 10 ribu orang pada 2025. Sementara estimasi mustahik (penerima zakat) mencapai 62 ribu jiwa di tahun yang sama. Kontras ini mencolok: tantangan literasi zakat masih nyata, kesadaran masyarakat belum merata, dan gaya hidup cepat sering menjadi penghalang. Namun, tren penghimpunan terus membaik. Zakat fitrah melonjak tajam, diikuti peningkatan zakat maal. Harapan mulai terlihat jelas.

Pada 17 Januari 2026, BAZNAS merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan tema nasional “Zakat Menguatkan Indonesia”. Bandung menjadi saksi hidup transformasi ini. Zakat diutamakan untuk warga setempat, selaras dengan program Pemerintah Kota Bandung. Mitigasi bencana diperkuat, penanganan sampah ditangani serius, dan pemberdayaan ekonomi mikro digenjot. Dari mustahik yang berjuang di hiruk kota, lahir muzaki baru yang menyalakan harapan. Ribuan jiwa tersentuh secara perlahan namun pasti.

Ketua BAZNAS Kota Bandung, Akhmad Roziqin, duduk tenang di ruang rapat saat diwawancarai Jabar Ekspres pada Kamis, 12 Februari 2026. Ia memimpin lembaga ini periode 2021–2026 dengan penuh dedikasi. Matanya berbinar syukur saat mengenang perjalanan BAZNAS yang lahir melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). “Alhamdulillah,” ujarnya tegas namun hangat.

0 Komentar