JABAR EKSPRES – Media sosial kembali diramaikan oleh video viral yang memancing rasa penasaran netizen.
Dalam beberapa hari terakhir, warganet dibanjiri ajakan untuk membuka “link video Teh Pucuk” yang diklaim berdurasi mulai dari hampir dua menit hingga belasan menit.
Klaim itu menyebar cepat di berbagai platform, membuat banyak pengguna tergoda untuk ikut mencari.
Baca Juga:Dead or Alive 7 Resmi Diumumkan, Siap Rilis di PS5Mahasiswa KKN UBK di Cibinong Edukasi Warga Manfaatkan Pegagan dan Kunyit sebagai Terapi Pendukung Hipertensi
Namun, alih-alih menemukan video yang dimaksud, tidak sedikit pengguna justru terjebak pada tautan mencurigakan.
Sejumlah laporan menyebutkan link tersebut mengarah ke halaman iklan agresif, permintaan login yang tidak wajar, hingga unduhan aplikasi tak dikenal.
Kondisi ini tentu memunculkan kekhawatiran serius terkait risiko keamanan digital.
Video Viral “Link Teh Pucuk” Mendadak Meledak
Dalam kurun waktu 48 jam terakhir, kata kunci terkait video viral link Teh Pucuk melonjak drastis di pencarian TikTok dan X.
Narasi yang beredar menyebut adanya video “full durasi” dengan muatan sensasional, mulai dari 1 menit 50 detik hingga 17 menit.
Namun setelah ditelusuri, belum ada bukti valid yang mengonfirmasi keberadaan video tersebut.
Mayoritas tautan yang beredar justru tidak mengarah pada konten sebagaimana diklaim.
Hal ini memperlihatkan pola lama yang berulang terkait isu samar dibungkus rasa penasaran kolektif.
Baca Juga:Mahasiswa KKN UBK Melakukan Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Cibatu GarutMahasiswa KKN RPL D3 Farmasi UBK Tingkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Minum Obat Lansia Prolanis
Ketika topik ramai diperbincangkan, sebagian pengguna terdorong ikut mencari karena takut tertinggal informasi atau mengalami fear of missing out (FOMO).
Pakar keamanan siber menemukan lonjakan tautan palsu yang mengatasnamakan “link asli” atau “video tanpa sensor”.
Ribuan tautan tersebut teridentifikasi sebagai pintu masuk berbagai ancaman digital, seperti Phishing atau pencurian akun Malware dan aplikasi berbahaya Adware serta spam notifikasi Pengalihan ke situs tidak relevan, termasuk judi online
Sebagian besar korban mengaku diarahkan ke halaman penuh pop-up, diminta melakukan verifikasi mencurigakan, atau diwajibkan login sebelum bisa “menonton”.
Pada titik ini, video viral hanya berfungsi sebagai umpan, sementara target utamanya adalah data pribadi pengguna.
Hasil penelusuran lain juga menunjukkan sebagian besar link video viral yang beredar hanyalah konten lama yang diedit ulang, video tidak relevan, atau sekadar umpan traffic farming.
