Ada pula indikasi kuat penggunaan rekayasa sosial (social engineering) untuk memancing emosi dan rasa ingin tahu publik.
Pemerintah melalui kementerian terkait terus melakukan penindakan dan takedown akun penyebar tautan berbahaya.
Namun, kecepatan penyebaran informasi di media sosial kerap lebih cepat dibanding sistem moderasi otomatis.
Baca Juga:Dead or Alive 7 Resmi Diumumkan, Siap Rilis di PS5Mahasiswa KKN UBK di Cibinong Edukasi Warga Manfaatkan Pegagan dan Kunyit sebagai Terapi Pendukung Hipertensi
Dalam konteks ini, klaim adanya “link video asli” sangat besar kemungkinannya merupakan strategi untuk mendapatkan klik, bukan konten nyata.
