BBC Siapkan Pemangkasan Anggaran 10 Persen dan PHK di Tengah Tekanan Finansial

BBC Siapkan Pemangkasan Anggaran 10 Persen dan PHK di Tengah Tekanan Finansial
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lembaga penyiaran publik Inggris, British Broadcasting Corporation, dikabarkan tengah menyiapkan langkah penghematan besar dalam tiga tahun ke depan. Menurut laporan kantor berita RIA Novosti pada Jumat (13/2), BBC berencana memangkas anggaran tahunan sekaligus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) guna menekan biaya operasional.

Seorang juru bicara BBC, seperti dikutip oleh harian Financial Times, menyatakan bahwa industri media saat ini berubah sangat cepat dan menghadirkan tekanan keuangan yang tidak ringan. Oleh karena itu, manajemen menargetkan penghematan tambahan sekitar 10 persen dari total biaya dalam kurun tiga tahun mendatang.

“Di tengah pasar media yang berubah cepat, kami terus menghadapi tekanan finansial yang signifikan. Karena itu, kami berencana melakukan penghematan lanjutan sekitar 10 persen dari total biaya dalam tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Baca Juga:Harga Dolar AS Terkini Capai Rp16.800, Simak Kurs Terbaru BI dan BCA Hari IniLintasi Wilayah Majalaya dan Nagreg, Pemkab Bandung Sepakati Rencana Pembangunan Tol Getaci

Secara finansial, beban operasional BBC pada tahun lalu dilaporkan melebihi 2 miliar pound sterling atau setara sekitar Rp42,5 triliun. Dengan rencana efisiensi 10 persen, nilai pemangkasan diperkirakan mencapai sekitar 200 juta pound.

Angka tersebut mencerminkan skala penyesuaian yang cukup besar bagi lembaga penyiaran yang selama ini menjadi salah satu institusi media paling berpengaruh di dunia.

Direktur Jenderal BBC, Tim Davie, mengumumkan kebijakan tersebut dalam sebuah telekonferensi internal. Ia menjelaskan bahwa pengurangan tenaga kerja akan berdampak pada berbagai divisi, mulai dari ruang redaksi hingga unit studio komersial.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi restrukturisasi untuk menjaga keberlanjutan operasional perusahaan di tengah tekanan pasar.

Keputusan penghematan ini muncul tidak lama setelah pemerintah Inggris menaikkan iuran televisi, yang menjadi sumber utama pendanaan BBC. Iuran tersebut naik sebesar 5,5 pound menjadi 180 pound per tahun, atau sekitar Rp3,8 juta.

Di Inggris, seluruh pemilik televisi diwajibkan membayar iuran tersebut sebagai kontribusi terhadap layanan penyiaran publik.

Namun, kenaikan iuran itu justru terjadi saat persaingan industri media semakin ketat. Platform streaming berbayar seperti Netflix terus memperluas pangsa pasar dengan menawarkan konten beragam dan fleksibel.

Baca Juga:Hp Murah untuk Main Umamusume Pretty Derby, Lancar Tanpa Lag di Bawah Rp3 JutaanDealer Indonesia Yakin Strategi Ekosistem VinFast Dukung Elektrifikasi

Situasi ini membuat BBC berada dalam posisi sulit untuk terus memenuhi ekspektasi pemirsa terkait kualitas tayangan dan prinsip “value for money”.

0 Komentar