JABAR EKSPRES – Militer Amerika Serikat resmi menuntaskan penarikan pasukannya dari pangkalan al-Tanf yang terletak di wilayah selatan Suriah, mengakhiri kehadiran yang telah berlangsung hampir satu dekade. Kepastian tersebut disampaikan oleh United States Central Command (CENTCOM) pada Kamis (12/2).
Dalam pernyataannya, Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper menegaskan bahwa meskipun penarikan telah selesai, pasukan Amerika Serikat tetap siaga untuk menghadapi potensi ancaman dari kelompok ISIS di kawasan tersebut.
“Pasukan AS tetap siap merespons setiap ancaman ISIS yang muncul di kawasan ini, seraya mendukung upaya yang dipimpin mitra untuk mencegah kebangkitan kembali jaringan teroris tersebut,” ujarnya.
Baca Juga:BBC Siapkan Pemangkasan Anggaran 10 Persen dan PHK di Tengah Tekanan FinansialHarga Dolar AS Terkini Capai Rp16.800, Simak Kurs Terbaru BI dan BCA Hari Ini
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung mitra regional guna mencegah kebangkitan kembali jaringan teroris itu.
“Menjaga tekanan terhadap ISIS sangat penting untuk melindungi tanah air AS dan memperkuat keamanan regional,” tambahnya.
Menurut Cooper, mempertahankan tekanan terhadap ISIS menjadi langkah krusial demi menjaga keamanan dalam negeri Amerika Serikat sekaligus memperkuat stabilitas kawasan Timur Tengah.
CENTCOM menjelaskan bahwa proses penarikan dari Garnisun al-Tanf rampung pada 11 Februari. Langkah ini disebut sebagai bagian dari “transisi yang disengaja dan berbasis kondisi” di bawah Satuan Tugas Gabungan Operasi Inherent Resolve atau Combined Joint Task Force – Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR).
Satuan tugas tersebut dibentuk pada 2014 dengan mandat utama memerangi kelompok teroris ISIS di Irak dan Suriah.
Sementara itu, sumber pemerintah Suriah yang dikutip kantor berita Anadolu Agency pada Rabu (11/2) menyebutkan bahwa otoritas Damaskus telah mengambil alih pangkalan strategis tersebut setelah pasukan AS mundur.
Pangkalan al-Tanf diketahui berada di titik persimpangan perbatasan Suriah, Irak, dan Yordania—lokasi yang memiliki nilai strategis tinggi dari sisi militer maupun geopolitik. Unit Tentara Suriah dilaporkan telah dikerahkan untuk mengamankan area tersebut.
Baca Juga:Lintasi Wilayah Majalaya dan Nagreg, Pemkab Bandung Sepakati Rencana Pembangunan Tol GetaciHp Murah untuk Main Umamusume Pretty Derby, Lancar Tanpa Lag di Bawah Rp3 Jutaan
Selama bertahun-tahun, Amerika Serikat memanfaatkan pangkalan al-Tanf sebagai titik pemantauan penting. Fasilitas itu bahkan diperluas pada 2017 dan 2018.
Selain menjadi markas militer, pangkalan tersebut juga dilengkapi balon pengintai yang digunakan untuk mengawasi aktivitas militer kelompok-kelompok yang didukung Iran serta pergerakan ISIS di wilayah luas yang membentang dari perbatasan Yordania hingga Sungai Efrat.
