JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah sejalan dengan target nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah pusat.
Farhan menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat saat ini berada di angka 5,85 persen. Ia menilai capaian tersebut menjadi peluang bagi Kota Bandung untuk mendorong pertumbuhan yang lebih agresif, khususnya melalui sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, perdagangan, serta industri kreatif.
Menurut Farhan, sektor pariwisata sebelumnya pernah memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai Rp1,2 triliun.
Baca Juga:Dispangtan Disiapkan Jadi Lokomotif Kedaulatan Pangan Cimahi pada 2027PA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOA
Meski saat ini belum kembali menyentuh angka tersebut, ia melihat adanya tren pemulihan yang perlu terus diperkuat. Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja maksimal untuk mempercepat kebangkitan ekonomi kota.
Di sisi lain, Farhan menyoroti masih adanya persoalan ketimpangan kesejahteraan di masyarakat. Ia mengungkapkan, rasio ketimpangan di Kota Bandung mengalami penurunan dari 0,44 menjadi 0,42. Kendati menunjukkan perbaikan, angka tersebut dinilai masih memerlukan upaya berkelanjutan.
“Yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya. Ini yang harus kita jawab dengan kebijakan yang adil,” ujarnya, Kamis (12/2).
Farhan memproyeksikan, jika tren positif dapat dijaga, rasio ketimpangan berpotensi turun hingga 0,36 pada 2029 atau mendekati rata-rata nasional. Namun, ia mengingatkan adanya fenomena sebagian masyarakat yang justru mengalami penurunan taraf hidup sehingga perlu mendapat perhatian serius melalui kebijakan yang berkeadilan.
Dalam arah pembangunan jangka menengah, Farhan juga menyinggung rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT). Ia menilai proyek tersebut tidak hanya berfungsi sebagai solusi transportasi modern, tetapi juga harus mampu meminimalkan dampak ekonomi terhadap pelaku usaha yang berada di sepanjang jalur pembangunan, seperti kawasan Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, hingga Pasar Baru.
Farhan menekankan peran penting Pejabat Fungsional Pembina Industri dalam memastikan pembinaan sektor industri berjalan optimal, termasuk dalam mengantisipasi dampak kebijakan transportasi terhadap aktivitas perdagangan.
Ia juga mengajak seluruh pejabat untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah serta menjaga soliditas organisasi. Farhan menegaskan, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kekompakan dan kesamaan visi di bawah kepemimpinan yang terintegrasi.
