Lewat Kelas Industri, Harris & Pop! Hotel Siapkan Generasi Muda Cimahi Masuk Dunia Kerja

Lewat Kelas Industri, Harris & Pop! Hotel Siapkan Generasi Muda Cimahi Masuk Dunia Kerja
Sejumlah Siswa-siswi SMKN 3 Cimahi saat Melaksanakan PKL di Hotel (Dok: SMKN 3 Cimahi)
0 Komentar

“Karena tujuannya ya balik lagi ya, mencerdaskan kehidupan bangsa dan yang sudah pasti juga adalah memberikan mereka kompetensi sesuai dengan minat si anak-anaknya sendiri,” sambungnya.

Ismail menekankan bahwa tantangan terbesar lulusan SMK bukan hanya pada penguasaan keterampilan teknis, melainkan kesiapan mental dan karakter saat memasuki lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Tanpa proses adaptasi yang baik, siswa berpotensi mengalami culture shock ketika berhadapan langsung dengan ritme dan tuntutan industri.

Baca Juga:Lewat Sosialisasi Kelas Industri, SMKN 3 Cimahi Gandeng Harris Hotel Cetak Siswa Kuliner Siap KerjaSMKN 3 Cimahi Jadi Tumpuan UMKM, Ngatiyana Tekankan Peran SDM Kreatif

“Nah, supaya apa? Nanti mereka itu tidak mengalami culture shock dan lain sebagainya. Tapi yang paling penting adalah prosesnya sendiri,” ujarnya.

Dalam Kelas Industri, proses pembentukan karakter menjadi fokus utama. Industri perhotelan, kata Ismail, menuntut sumber daya manusia yang disiplin, memiliki etika kerja kuat, serta mampu bekerja dalam sistem pelayanan yang berorientasi pada kepuasan tamu.

“Nah, di proses ini kita berfokus terhadap sumber daya manusia yang punya tingkat disiplin dan juga punya karakter yang memang harus dibentuk sesuai dengan karakter orang-orang yang bekerja di dunia hospitality, terutama di perhotelan,” jelasnya.

Ismail menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada sekolah dan industri, tetapi juga memerlukan peran aktif orang tua. Dukungan keluarga dinilai krusial dalam membentuk sikap, konsistensi, dan komitmen siswa selama mengikuti program.

“Betul, karena tanpa adanya dukungan orang tua, saya rasa industri dan juga pihak sekolah tidak akan bisa memaksimalkan potensi anak-anak yang nantinya akan berada di industri,” tegasnya.

Di sisi lain, Ismail mengungkapkan bahwa tantangan pembinaan karakter siswa saat ini semakin kompleks, terutama di tengah derasnya pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi yang sangat lekat dengan Generasi Z dan Generasi Alfa.

“Dikarenakan banyak pengaruh-pengaruh di luaran sana, terutama dari sisi sosial media atau teknologi yang bisa membawa mereka ke hal-hal yang sebenarnya tidak bisa memunculkan potensi mereka sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga:Mengasah Skill Sejak Bangku Sekolah, SMKN 3 Cimahi Wujudkan Pembelajaran Mendalam Lewat Gebyar Expo 2025Atasi Bullying Lintas Nusantara, Guru BK SMKN 3 Cimahi Sebarkan 'Virus Perdamaian' hingga ke Pelosok

Kondisi tersebut, menurut Ismail, menuntut adanya sinergi yang lebih kuat antara sekolah, industri, dan orang tua. Melalui komunikasi dan pertemuan yang intens, ketiga unsur ini diharapkan mampu membimbing siswa agar tetap fokus mengembangkan potensi diri dan tidak terjebak pada distraksi yang kontraproduktif.

0 Komentar