Lewat Kelas Industri, Harris & Pop! Hotel Siapkan Generasi Muda Cimahi Masuk Dunia Kerja

Lewat Kelas Industri, Harris & Pop! Hotel Siapkan Generasi Muda Cimahi Masuk Dunia Kerja
Sejumlah Siswa-siswi SMKN 3 Cimahi saat Melaksanakan PKL di Hotel (Dok: SMKN 3 Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tantangan dunia kerja yang kian kompetitif menuntut pendidikan vokasi untuk tidak sekadar meluluskan siswa, tetapi memastikan mereka benar-benar siap terjun ke industri.

Menjawab kebutuhan tersebut, salah satunya di SMK Negeri 3 Cimahi, terus memperkuat Program Kelas Industri melalui kolaborasi strategis dengan Harris & Pop! Hotel Festival Citylink Bandung.

Program ini dirancang untuk membentuk kompetensi teknis, karakter profesional, serta mental kerja siswa sejak masih di bangku sekolah.

Baca Juga:Lewat Sosialisasi Kelas Industri, SMKN 3 Cimahi Gandeng Harris Hotel Cetak Siswa Kuliner Siap KerjaSMKN 3 Cimahi Jadi Tumpuan UMKM, Ngatiyana Tekankan Peran SDM Kreatif

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret SMKN 3 Cimahi dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya sektor hospitality yang dikenal memiliki standar disiplin dan pelayanan tinggi.

Program Kelas Industri tidak hanya berorientasi pada praktik kerja, tetapi juga pada proses pembelajaran jangka panjang yang terstruktur dan berkelanjutan.

Perwakilan Harris & Pop! Hotel Festival Citylink Bandung, Ismail Fajar Septiana, menjelaskan bahwa Kelas Industri merupakan program kolaboratif yang telah mendapatkan legitimasi dari Dinas Pendidikan, sehingga pelaksanaannya memiliki dasar kebijakan yang jelas dan terarah.

“Pada dasarnya kita punya kolaborasi yang memang bisa dibilang hal yang dilegitimasikan lah dari sisi Dinas Pendidikannya juga gitu, dan ini programnya namanya Kelas Industri,” ujar Ismail kepada Jabar Ekspres, Kamis (12/2/2026).

Menurut Ismail, program ini lahir dari keprihatinan atas masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan industri. Karena itu, Kelas Industri diarahkan untuk mengembalikan esensi pendidikan vokasi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan siap digunakan.

“Tujuannya sih sebenarnya untuk bisa mencapai apa yang seharusnya vokasi itu cetak, yaitu sumber daya manusia yang siap pakai atau siap guna,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konsep “siap pakai” bukan berarti siswa diperlakukan sebagai pekerja sejak dini, melainkan dibekali pemahaman, etos kerja, serta kebiasaan profesional yang sesuai dengan standar industri.

Baca Juga:Mengasah Skill Sejak Bangku Sekolah, SMKN 3 Cimahi Wujudkan Pembelajaran Mendalam Lewat Gebyar Expo 2025Atasi Bullying Lintas Nusantara, Guru BK SMKN 3 Cimahi Sebarkan 'Virus Perdamaian' hingga ke Pelosok

“Betul sekali gitu. Kalau kita istilahnya antara siap pakai dan siap guna untuk di dunia kerja,” tegas Ismail.

Menurut Ismail, tujuan besar dari Kelas Industri tetap berpijak pada cita-cita pendidikan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menyiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing sesuai minat dan bakat masing-masing siswa.

0 Komentar