JABAR EKSPRES Menjelang Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat terus melakukan persiapan. Melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), kepolisian telah memetakan dan menyurvei jalur-jalur yang diprediksi ramai dilalui masyarakat selama operasi.
“Untuk persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026, pimpinan kami, Bapak Kapolda Jawa Barat, sudah sangat luar biasa dalam mempersiapkan diri, baik secara internal maupun melalui komunikasi dengan sejumlah instansi terkait,” ucap Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono, Kamis (12/2).
Dari hasil survei yang dilakukannya, Raydian menyebut ada beberapa jalur yang akan menjadi fokus perhatiannya selama Oprasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung nanti.
Baca Juga:PA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOARayakan Imlek 2026 di Bandung, Ini Promo Dinner di Hotel Kota Bandung
Salah satunya kata Raydian yakni jalur pantai Selatan atau Pansela yang akan menjadi fokus perhatian jajarannya.
“(Karena) Ada beberapa lokasi yang rawan longsor. Bahkan di salah satu titik, kondisi jalan sudah tergerus sekitar sepertiga badan jalan,” ujarnya
Raydian menyebut, agar pelaksanaan operasi tersebut nantinya dapat berjalan dengan lancar, jajarannya akan terus melakukan survei guna memastikan kesiapan jalur.
“Apabila perbaikan belum bisa dilakukan secara maksimal, minimal dipasang rambu-rambu peringatan sebelum lokasi rawan tersebut,” Imbuhnya
Selain Arus Mudik, Ditlantas juga Fokus pada Jalur Wisata di Pansela
Sementara itu, selain fokus terhdap arus mudik, jalur wisata di Pansela juga akan menjadi fokus perhatiannya.
Sebab kata Raydian, terdapat beberapa objek wisata yang kerap dikunjungi oleh masyarakat salah satunya Pantai Pangandaran.
Baca Juga:Penjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan PesananDi Balik Kue Keranjang Imlek, Ada Konsistensi yang Terjaga Lebih dari Dua Dekade
“Jadi pansela ini bukan hanya jalur mudik, tapi juga jalur wisata. Terutama Pangandaran yang sudah menjadi destinasi nasional, termasuk beberapa lokasi wisata di Garut,” ungkapnya
Oleh karena itu, Raydian mengatakan bahwa jalur Pansela ini akan menjadi fokus perhatian utamanya. Sebab kata dia selain kerap digunakan masyarakat untuk mudik maupun wisata, jalur tersebut juga kini dalam kondisi rawan.
“Karena sejak dulu jalur Pansela memang minim penerangan. Ini membuat pengemudi atau pengendara sering merasa sungkan atau enggan melintas,” ucapnya
Untuk mengatasi hal tersebut, ia menuturkan bahwa jajarannya akan terus berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait agar hal tersebut segera ditangani.
