JABAR EKSPRES – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir secara resmi telah berpamitan dengan para kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPC Kabupaten Sumedang.
Pamitan tersebut dilakukan, karena Dony Ahmad Munir sudah membulatkan tekadnya untuk berpindah dari PPP ke Partai Gerindra.
“Dalam beberapa hari terakhir, saya telah menyampaikan secara langsung kepada para pengurus, mulai dari tingkat ranting hingga hari ini kepada jajaran DPC dan PAC,” katanya usai pertemuan dengan para pengurus di Kantor DPC PPP Kabupaten Sumedang, Kamis (12/2).
Baca Juga:Kubu Pepep Ajukan Sengketa Penunjukan Uu sebagai Plt Ketua DPW PPP JabarUu jadi Plt Ketua DPW PPP Jabar, Kubu Pepep Pilih Lanjutkan Muswil
“Saya datang untuk menyampaikan permohonan izin, permohonan maaf, serta memohon doa restu,” tambah Dony.
Dia mengakui, jika pilihannya untuk berpindah partai dapat menimbulkan rasa kekecewaan, khususnya bagi para kader PPP yang dianggap sudah menjadi keluarga.
“Atas hal tersebut, saya menerima sepenuhnya dengan hati yang lapang. Saya memohon maaf apabila langkah yang saya ambil mengecewakan banyak pihak,” beber Dony.
“Namun saya pastikan, amanah yang selama ini diembankan kepada saya tetap akan saya pegang dan jalankan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Dony menyampaikan, meski berpindah dari PPP ke Partai Gerindra, tidak akan menyurutkan semangat dalam membangun Kabupaten Sumedang.
“Komitmen saya tetap sama, yaitu bekerja dan mengabdi untuk membangun Sumedang, mendorong kemajuan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumedang,” ucapnya.
Dony menegaskan, dalam hal ini dirinya akan tetap melanjutkan semua yang sudah direncanakan, seperti program-program yang dirancang sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:Bidik Pemilih Masa Depan, PPP Kabupaten Bogor Buka Pintu Lebar untuk Kader MudaSasar Generasi Z, PPP Jabar Tiru Pola Kaderisasi Anak Muda ala Kabupaten Bogor
“Saya memiliki niat dan komitmen untuk menuntaskan berbagai pekerjaan pembangunan hingga tahun 2030. Tidak ada kepentingan lain di luar kepentingan masyarakat Sumedang,” tegasnya.
“Keputusan ini bukan dilandasi oleh kepentingan ekonomi maupun politik praktis, melainkan berdasarkan pertimbangan pengalaman, kesadaran, serta kebutuhan untuk memperkuat strategi dan sinergi pembangunan,” pungkas Dony. (Bas)
