Bidik Pemilih Masa Depan, PPP Kabupaten Bogor Buka Pintu Lebar untuk Kader Muda

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Rachmat Yasin saat memberikan keterangan. Foto: Regi Pratasyah Vasudewa
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Rachmat Yasin saat memberikan keterangan. Foto: Regi Pratasyah Vasudewa/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor mulai menggeser fokus kaderisasi dengan menyasar generasi muda berusia 17 hingga 25 tahun.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas perubahan komposisi pemilih yang diprediksi akan didominasi kalangan milenial, Gen Z, bahkan Generasi Alpha pada Pemilu 2029 mendatang.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin, mengatakan strategi tersebut lahir dari pembacaan peta politik jangka panjang.

Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara

Menurutnya, partai tidak bisa lagi hanya mengandalkan basis pemilih lama jika ingin tetap relevan dan kompetitif. “Kalau pemilu yang akan datang itu, hak pilih itu lebih banyak kepada kaum milenial dan Gen Z mungkin dan Gen A juga,” jelas Elly di DPC PPP Kabupaten Bogor, pada Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, proses regenerasi ini menjadi bagian penting dari persiapan PPP menghadapi kontestasi politik 2029.

Anak-anak muda yang tertarik pada dunia politik dan memiliki minat terhadap PPP akan direkrut, lalu dibekali pelatihan serta pembinaan agar siap menjadi penerus estafet kepemimpinan partai.

Berbeda dengan pola lama, perekrutan kader muda kali ini dilakukan melalui pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif.

PPP Kabupaten Bogor memanfaatkan program Madrasah Kader Partai yang dapat diakses secara daring, sehingga calon kader bisa mendaftar secara sukarela tanpa paksaan.

“Kita tidak memaksa satu persatu gitu, tapi mereka dengan sendirinya mengisi untuk menjadi kader partai, itu salah satunya dan itu progres ke depan,” kata dia.

Menurutnya, Madrasah Kader Partai tidak hanya menjadi sarana rekrutmen, tetapi juga ruang edukasi politik bagi generasi muda agar memahami peran partai, demokrasi, serta pembangunan bangsa.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Dengan cara ini, PPP berharap bisa menumbuhkan kader yang tidak sekadar loyal, tetapi juga kritis dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Elly menegaskan, perubahan arah kaderisasi ini menjadi keharusan. Ia menilai basis pemilih tradisional yang selama ini menjadi andalan perlahan akan berkurang seiring faktor usia.

“Tapi kita tidak bisa bertahan untuk itu, karena ke depannya pemilih tradisional atau pemilih yang usianya sudah di atas 40 tahun itu akan berkurang. Jadi kita mulai ke depan, mulai melakukan ini,” pungkasnya.

0 Komentar