JABAR EKSPRES – Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026 lalu, kini dikabarkan mulai menunjukan tren positif bagi konektivitas di Jawa Barat.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar selama periode 14 – 26 Agustus 2026 kemarin, tercatat sebanyak 15.664 penumpang dan 8.012 wisatawan telah datang ke Jawa Barat melalui Bandara tersebut.
“Okupansi hotel juga tercatat meningkat sekitar 25–35 persen, terutama pada periode akhir pekan Jum’at hingga Minggu,” Ujar Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan, Sabtu, (29/8).
Baca Juga:Pemkot Bandung Genjot Geliat Bandara Husein Sastranegara, Gandeng Promosi Kampus hingga Produk LokalBandara Husein Aktif, Pengamat: Jangan Cuma Seremonial
Selain penting dari sisi konektivitas, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang telah dilakukan pada pertengahan Agustus juga telah memiliki fungsi strategis dalam mendukung aktivitas perdagangan dan logistik di Jawa Barat.
“Aktivitas restoran juga menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya transaksi kuliner dan kegiatan Great Sale daerah,” katanya.
Maka dengan adanya hal ini, Lendra menilai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara kini telah memiliki dampak yang positif khususnya bagi Jawa Barat.
“Bandara bukan sekadar tempat datang dan pergi. Ini adalah pintu masuk yang pertama kali menyambut wisatawan. Karena itu, Bandara Husein perlu memiliki karakter dan identitas budaya Sunda yang kuat sehingga wisatawan dapat langsung merasakan kekhasan Jawa Barat,” ungkapnya
Dorong Pergerakan Wisatawan ke Seluruh Wilayah Jawa Barat
Di sisi lain, dengan adanya dampak positif usai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Lendra berharap penumpang khususnya wisatawan tak hanya terkonsentrasi di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya saja.
Lendra mengaku, bahwa pihaknya akan mendorong para penumpang khususnya wisatawan yang menggunakan Bandara Husein Sastranegara untuk berkunjung ke beberapa wilayah Jawa Barat lainnya seperti Garut, Cirebon, Majalengka, Kuningan hingga kawasan Jawa Barat Selatan.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Jawa Barat, sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah,” imbuhnya.(San).
