JABAR EKSPRES – 80 jenazah korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Pol drg Iwansyah menyampaikan, hingga Selasa, 10 Februari 2026, pihaknya telah menerima 99 body pack atau kantong jenazah yang diserahkan ke pos DVI Polda Jabar. Dari jumlah tersebut, 80 jenazah telah teridentifikasi.
“Sementara untuk (korban) yang belum teridentifikasi dibawa ke rumah sakit Sartika Asih, dan kita tempatkan di lemari pendingin,” katanya Rabu (11/2).
Baca Juga:Rayakan Imlek 2026 di Bandung, Ini Promo Dinner di Hotel Kota BandungPenjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan Pesanan
Ia menjelaskan, proses identifikasi akan terus dilakukan terhadap korban yang berhasil ditemukan. Salah satu metode yang digunakan yakni melalui pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga korban.
“Kalau dari laboratorium Polri sudah ada pembandingnya, kita akan langsung bandingkan kesesuaian, kecocokan antara pelapor dengan korban,” ucapnya.
Meski operasi SAR di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah resmi dihentikan, Iwansyah menegaskan proses identifikasi tetap berjalan.
“Tetap kita akan bekerja, berusaha untuk mengidentifikasi. Kalau ternyata memang itu adalah korban yang dilaporkan oleh keluarganya, dan keluarganya sudah kita ambil sampel, kalau cocok kita akan laporkan,” imbuhnya.
Sebelumnya, bencana longsor yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, mengakibatkan sedikitnya 30 rumah terdampak.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyebutkan longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Longsornya terjadi sekitar jam tiga pagi, dengan titik pusat di RT 05 RW 11. Memang dalam dua hari terakhir hujan terus mengguyur wilayah kami,” ujar Nur beberapa waktu lalu.
