Info Terkini Kasus Aplikasi MBA, Korban Capai 2000 Orang yang Terdata Posko Pengaduan Polres Pangandaran

Massa saat menggeruduk kantor Aplikasi MBA di Pangandaran (ist)
Massa saat menggeruduk kantor Aplikasi MBA di Pangandaran (ist)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Setelah ramai info tentang aplikasi MBA yang diduga sudah scam, hingga kantornya di geruduk para member di beberapa wilayah, kini para korban mulai mencari info terkini terkait perkembangan kasus investasi bodong tersebut.

Aplikasi MBA yang sudah memiliki puluhan ribu member yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia ini, ternyata memberikan dampak kerugian yang sangat besar bagi para korbannya.

Tak heran jika para membernya meminta pertanggung jawaban kepada para leader yang mengajaknya hingga mendatangi kantornya secara beramai-ramai.

Baca Juga:Peringatan Bahaya Bagi Member Aplikasi AMG Pantheon,  Ada Modus Penipuan Baru MengancamWD Macet, Benarkah Aplikasi AMG Pantheon Baru Bisa Pencairan Tanggal 24 Februari 2026?

Seperti yang terjadi di Pangandaran, Probolinggo dan juga Bandung, Polisi sampai harus turun tangan untuk menjaga keamanan, karena massa datang jumlahnya ratusan orang sambil berteriak-teriak.

Untungnya massa di Pangandaran bisa dikendalikan dan diarahkan ke lokasi yang lebih memadai untuk didata dan membuat laporan. Bahkan hingga kini Polres Pangandaran masih membuka posko pengaduan bagi para korban yang ingin membuat laporan.

Hingga selasa, 10 Februari 2026 Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyebut sudah ada 2000 orang yang mengisi data sebagai korban aplikasi MBA melalui posko pengaduan tersebut.

“Saat ini yang terdata kurang lebih 200 orang yang sudah terdata di kami, dengan kerugian relatif berbeda-beda,” ujar Kapolres dihadapan wartawan pada selasa (10/2/2026).

Kapolres menambahkan, jumlah kerugian yang dialami korban bervariasi mulai dari Rp4,5 juta hingga Rp100 jutaan. Sayangnya Kapolres belum mengungkap total jumlah kerugian semua korban karena nilainya masih fluktuatif.

Diduga masih banyak korban yang belum terdata dan enggan melaporkan hal tersebut, hal ini terlihat dari beberapa komentar di sosial media. yang menunjukkan rasa pesimis jika uang bisa kembali meski sudah melaporkannya ke polisi.

“Buat apa cape2 ngantri di data klo akhirnya uang ga kembali 🤦ikhlaskan saja 🫢 toh dr awal sudah harus faham konsekwensinya.,” sebut salah satu komentar dari akun facebook D’cy*** di postingan akun Pangandaran Spot.

Baca Juga:Sadar Jadi Korban Penipuan, Ratusan Member Aplikasi MBA Pangandaran Ramai-ramai Lapor PolisiKolaborasi Len – BSSN Selaraskan Strategi Keamanan Siber Nasional

“Pormalitas, biar ada kegiatan, ujung ujung nya ya ga ada kejelasan juga. 🤣,” sebut akun lain bernama Rukma***

Meski demikian banyak yang masih percaya kepolisian bisa mengungkap siapa pelaku yang bertanggung jawab atas kasus penipuan investasi tersebut, terbukti jumlah pengaduan masih terus bertambah hingga hari ini.

0 Komentar