JABAR EKSPRES – Ancaman baru muncul untuk anggota aplikasi AMG Pantheon yang sedang galau karena hari ini belum juga bisa melakukan penarikan.
Ditengah isu aplikasi mengalami scam, sepertinya member AMG Pantheon harus kembali waspada pada penawaran jasa layanan bantu WD yang kini mulai marak di sosial media.
Ketika banyak yang diskusi tentang kondisi terkini aplikasi AMG Pantheon di sosial media, ada beberapa postingan yang menawarkan bisa membantu mempercepat penarikan di aplikasi AMG Pantheon, bahkan membantu mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan.
Baca Juga:WD Macet, Benarkah Aplikasi AMG Pantheon Baru Bisa Pencairan Tanggal 24 Februari 2026?Sadar Jadi Korban Penipuan, Ratusan Member Aplikasi MBA Pangandaran Ramai-ramai Lapor Polisi
Hal ini sering terjadi pada aplikasi yang baru saja scam, selalu ada yang memanfaatkan keadaan para member yang sedang bingung dan sangat berharap uangnya bisa kembali.
Mereka biasanya akan mengaku kenal orang dalam atau orang pusat, ada juga yang mengaku sebagai aparat kepolisian atau bahkan mengaku dari Otoritas Jasa Keuangan, sehingga punya akses untuk membantu WD.
Dalam melakukan aksinya, para penipu ini tidak membagikan nomer HP atau nomer pribadi, tapi member akan diarahkan menghubungi melalui inbox atau pesan di sosial media. Dari situ baru mereka akan dimasukkan dalam sebuah grup atau dihubungi secara pribadi.
Saat sudah berkomunikasi dengan member, pelaku akan mengenakan biaya layanan untuk memudahkan pencairan dimana harus ditransfer langsung saat itu juga. Ketika sudah dikirim uang, maka pelaku akan langsung memblokir nomernya dan tidak akan bisa lagi dihubungi.
Hal ini sering terjadi dan banyak memakan korbannya, karena kondisi psikologis para korban penipuan yang belum stabil, sehingga mudah untuk dipengaruhi, terutama yang sangat berharap uangnya bisa kembali.
Karenanya, selalu waspada dan berhati-hati, terhadap berbagai macam penawaran. Uang yang sudah hilang di aplikasi investasi bodong tidak akan pernah bisa kembali, karena sudah masuk ke kantong bandar scammer yang diduga berada diluar negeri dari jaringan mindland China yang dioperasikan dari Kamboja.
Lebih baik menempuh jalur hukum, untuk menangkap para leader di tiap kota yang mengajak masyarakat terjun ke aplikasi ini.
Baca Juga:Kolaborasi Len – BSSN Selaraskan Strategi Keamanan Siber NasionalRatusan Member Geruduk Kantor Aplikasi MBA di Pakuniran Probolinggo, Ini Tuntutannya
Bisa jadi aset para leader yang sudah mendapatkan banyak untung dari aplikasi ini bisa disita oleh pengadilan, untuk dibagikan kepada para korbannya.
