JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Banjar berhasil menarik investasi besar dari PT Indonesia Power untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Mega Watt. Proyek energi hijau senilai Rp 4,2 triliun ini akan dibangun di atas lahan seluas 130 hektare dan ditargetkan mulai konstruksi pada tahun 2027.
Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmennya mengubah persepsi bahwa Banjar merupakan wilayah yang sulit untuk berinvestasi. Sejak menjabat satu tahun lalu, fokus utamanya adalah membangun kepercayaan investor.
“Selama ini persepsi investor masuk Banjar itu sulit harus dihapuskan. Saya ingin menarik investor ke Banjar,” kata Sudarsono, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga:Jelang Ramadhan 2026, Pemerintah Gelontorkan Bantuan Rp11,92 Triliun untuk Jaga Daya Beli Masih Hadapi Tantangan untuk Tembus Pasar Kanada, UMKM Indonesia Masih Butuh Pembinaan
PLTS 100 MW ini menjadi salah satu dari tujuh titik pengembangan serupa oleh Indonesia Power di Jawa Barat. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi daerah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjar di masa mendatang.
Selain proyek PLTS, Pemkot Banjar juga mengembangkan dua kawasan ekonomi baru untuk menarik lebih banyak investasi. Dua kawasan tersebut adalah Kawasan Ekonomi Kota dan area komersial di sekitar Terminal.
Untuk kawasan terminal, pemerintah telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah merek makanan cepat saji ternama seperti KFC dan McDonald’s, yang saat ini masih dalam tahap penjajakan.
Untuk mendukung iklim investasi yang kompetitif, Pemerintah Kota Banjar secara agresif menurunkan harga tanah di lokasi strategis. Sudarsono mengungkapkan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di area terminal telah mengalami tiga kali penurunan. Dari harga awal Rp 1,8 juta per meter persegi, diturunkan menjadi Rp 1,4 juta, dan akhirnya dipangkas lagi menjadi Rp 1.035.000 per meter persegi setelah ia dilantik.
Kebijakan penurunan NJOP tersebut diambil untuk merespons minimnya respons investor pada harga sebelumnya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan kawasan komersial di lokasi tersebut.
Wali Kota Sudarsono mengakui bahwa upaya transformasi ekonomi ini dilakukan dalam situasi tantangan krisis keuangan global dan nasional. Ia pun meminta dukungan dan peran aktif dari media serta publik. “Dalam situasi sulit ini, memberikan masukan dan suport, pers harus menjadi solusi untuk bisa lebih baik lagi. Saya tidak anti kritik,” ujar Sudarsono. (CEP)
