Sekolah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Diusik, Ini Kronologisnya

Sekolah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Diusik, Ini Kronologisnya
Tampak depan SMAN 13 Bandung. Dok. SMAN 13 Bandung
0 Komentar

JABAR EKSPRES – SMAN 13 Kota Bandung nyaris digembok buntut sengketa lahan. Sekolah itu telah melahirkan alumni mentereng, salah satunya Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Pihak SMAN 13 Kota Bandung turut menceritakan kronologi sekolahnya yang nyaris digembok. Wakasek Humas SMAN 13 Bandung Henhen Suhaimi menceritakan kronologi kejadian Senin (9/2/2026) itu.

Upaya penggembokan itu bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Sekelompok orang yang menyatakan dari ahli waris mendatangi sekolah, mereka ingin menggembok sekolah.

Baca Juga:SMAN 13 Bandung Dibayangi Eksekusi, Legislator PPP Ingatkan Lagi Tata Kelola AsetKabar Baik, Banding Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung Dimenangkan Pemprov

“Itu keamanan Sekolah telepon, ada ahli waris dan lawyer datang ke sekolah mau gembok gerbang,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Henhen, ia meminta agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan pihak-pihak yang mengaku sebagai ahli waris tersebut.

Ia juga berharap agar mereka tidak melakukan penggembokan terhadap sekolah tersebut, mengingat hari ini, Selasa, merupakan hari efektif sekolah dan siswa mulai berdatangan.

“Kami minta tolong mengamankan dulu saja peserta didik (diberi masuk. Red). Saya pengen semua siswa masuk saja dulu. Adapun nanti kedepannya seperti apa, nanti tolong tunggu pimpinan (Kepala Sekolah. Red),” jelasnya.

Henhen melanjutkan, beruntung permintaan itu diterima dan siswa masih diperkenankan masuk. Lalu saat dirinya tiba di sekolah, situasi memang cukup ramai. Maklum karena hari Senin dan sekolah berada di jalur utama Bandung-Cimahi.

Upaya penutupan itu bebarengan dengan SPBU yang ada di samping sekolah yang dianggap dalam satu hamparan. “Memang ramai dan yang pasti macet, karena jalur utama Bandung-Cimahi,” cetusnya.

Kemudian dialog antara pimpinan sekolah dan pihak ahli waris berlangsung. Untungnya sekolah tidak sampai digembok. Tapi memang plang dari pihak ahli waris tetap dipasang di depan sekolah.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Alumni SMAN 13

Baca Juga:Sengketa Lahan SMANSA Bandung, BPN Ajukan Banding PutusanSengketa Lahan Tak Surutkan Antusiasme, Smansa Bandung Diserbu Pendaftar SPMB Tahap I

Henhen melanjutkan, setelah kejadian itu pihak Biro Hukum Pemprov juga langsung berkomunikasi dengan sekolah. Pihaknya menegaskan tidak perlu khawatir karena kuat bahwa aset adalah milik Pemda.

“Kalaupun pihak sekolah pernah disomasi ya silakan mengarahnya ke Pemprov. Bukan ke sekolah, karena seperti yang disampaikan oleh Biro hukum dari Pemprov, kami yang disini hanya pengguna manfaat,” katanya.

0 Komentar