Jaga Higienitas MBG, Dapur SPPG Cibeber 1 Cimahi Terapkan Prosedur Ketat Sejak Dini Hari

Jaga Higienitas MBG, Dapur SPPG Cibeber 1 Cimahi Terapkan Prosedur Ketat Sejak Dini Hari
Ilustrasi: Petugas SPPG melakukan persiapan untuk MBG. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi terus bergulir di tengah sorotan publik terhadap kualitas, higienitas, dan ketepatan distribusi pangan bagi pelajar. Salah satu dapur layanan yang telah beroperasi adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibeber 1, yang berlokasi di Jalan Ibu Ganirah No. 63, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan.

SPPG Cibeber 1 mulai beroperasi sejak 20 Oktober 2025 dan hingga kini telah mendistribusikan makanan ke dua sekolah, yakni MTSN Cimahi dan SMPN 8 Cimahi.

Kepala Dapur SPPG Cibeber 1, Daffa Akbar menyebut jumlah penerima manfaat yang dilayani dapurnya mencapai ribuan siswa dan tenaga pendidik setiap hari.

Baca Juga:Dongkrak Pendapatan Daerah, Pemprov Buka Peluang Sewakan Aset untuk Dapur MBGIming-Iming Dapur MBG Berujung Petaka, Puluhan Warga hingga Anggota DPRD Jadi Korban Penipuan

“Kalau untuk MTSN itu jumlah penerima manfaat total beserta gurunya dan tenaga pendidiknya ada di 1.171. Kalau SMP 8 itu totalnya ada di 1.369,” ujar Daffa saat ditemui Jabar Ekspres di lokasi, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, total distribusi MBG dari dapur tersebut pada hari itu mencapai ribuan porsi perhari.

“Jadi total kami distribusikan ke penerima manfaat ini di dapur ini totalnya untuk hari ini di 2.540,” katanya.

Di tengah masifnya pelaksanaan program nasional tersebut, Daffa tidak menampik sempat muncul keluhan terkait makanan dari sejumlah sekolah. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut terjadi pada fase awal operasional dapur.

“Ada, jadi pas awal-awal itu kami kan masih belum terbiasa ya, apalagi para relawan-relawan masih belum ngertilah alur masak dan pendistribusiannya dan sebagainya,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, sistem kerja dapur disebut telah diperbaiki, terutama dalam aspek kebersihan dan pengawasan gizi. Daffa menegaskan, pihaknya melibatkan ahli gizi untuk memastikan makanan yang disajikan aman dan layak konsumsi bagi siswa.

Menjawab pertanyaan terkait jumlah relawan dan prosedur kebersihan, Daffa menjelaskan bahwa dapur SPPG Cibeber 1 melibatkan puluhan relawan dengan standar higienitas yang ketat sejak awal aktivitas.

Baca Juga:Iming-Iming Dapur MBG Berujung Petaka, Puluhan Warga hingga Anggota DPRD Jadi Korban Penipuan19 dari 28 Dapur MBG di Banjar Sudah Kantongi IPAL

“Iya betul ada. Jadi totalnya itu ada 50 relawan. Jadi awal-awal proses kayak persiapan, persiapan tuh ada sekitar 9 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum memulai kegiatan, seluruh relawan diwajibkan mengikuti prosedur kebersihan tanpa kompromi.

“Jadi sebelum memulai aktivitas mereka pertama di sini disediain loker ya. Jadi kita ini di sini nggak boleh memakai aksesoris apapun. Takut terjadinya nanti ada kontaminasi lah dengan makanan gitu kan,” imbuhnya.

0 Komentar