Iming-Iming Dapur MBG Berujung Petaka, Puluhan Warga hingga Anggota DPRD Jadi Korban Penipuan

Hendrik Purnomo (kiri) dan Eko Pradana Utama (kanan) bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
Hendrik Purnomo (kiri) dan Eko Pradana Utama (kanan) bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol. Sony Sonjaya. Dua anggota DPRD Banjar itu lapor karena telah ditipu oknum BGN. (tangkapan layar Facebook Sony Sonjaya)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Antusiasme masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Sedikitnya 21 orang di wilayah Priangan Timur, khususnya Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis, dilaporkan menjadi korban penipuan berkedok pengurusan titik dapur mitra MBG. Ironisnya, dua di antara korban tersebut merupakan anggota DPRD Kota Banjar.

Kasus ini mencuat setelah para korban menyadari janji manis yang disampaikan pelaku tak pernah terealisasi. Total kerugian ditaksir menembus angka miliaran rupiah, dengan nilai kerugian masing-masing korban berkisar antara Rp100 juta hingga Rp200 juta.

Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara

Pelaku diduga kuat memanfaatkan nama besar Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengklaim sebagai pegawai sekaligus verifikator yang memiliki kewenangan menentukan atau mempercepat penetapan lokasi dapur MBG. Dengan dalih jalur khusus, korban diminta menyetor sejumlah uang agar daerah yang diajukan bisa segera disetujui.

Dua anggota DPRD Kota Banjar yang ikut terjerat dalam kasus ini adalah Hendrik Purnomo dan Eko Pradana Utama. Keduanya telah menyampaikan langsung pengaduan kepada Wakil Kepala BGN, Irjen Pol. Sony Sonjaya.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, Sony menegaskan bahwa identitas terduga pelaku sudah dikantongi.

“Nama terduga sudah diketahui, wajahnya juga sudah diketahui. Kami minta kepada korban ini melapor ke pihak kepolisian agar pelaku diproses hukum,” kata Sony, Jumat (23/1).

Pelaku yang disebut berinisial I disebut lihai memainkan kepercayaan. Ia memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap program bantuan pemerintah, lalu menawarkan kepastian yang seolah-olah resmi.

Korban diminta mentransfer dana secara bertahap, dengan alasan proses administrasi dan percepatan penetapan lokasi dapur.

Pj. Ketua Sementara DPRD Kota Banjar, Sutopo, membenarkan terjadinya kasus penipuan ini. Bahkan, ia mengaku pernah diajak bertemu dengan terduga pelaku berinisial I di sebuah kedai kopi di Kota Banjar menjelang akhir tahun 2025.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Namun, naluri Sutopo merasa tidak yakin karena penjelasan yang diberikan pelaku kurang jelas dan tidak ada kepastian tertulis. “Waktu itu sudah janjian ada yang siap bantu, katanya ada kenalan orang di BGN. Saya telat ikut pertemuan karena masih di jalan, tapi Eko sudah duluan (tiba), kemungkinan sudah lama ngobrolnya,” jelas Sutopo.

0 Komentar