Jaga Higienitas MBG, Dapur SPPG Cibeber 1 Cimahi Terapkan Prosedur Ketat Sejak Dini Hari

Jaga Higienitas MBG, Dapur SPPG Cibeber 1 Cimahi Terapkan Prosedur Ketat Sejak Dini Hari
Ilustrasi: Petugas SPPG melakukan persiapan untuk MBG. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Daffa juga menjelaskan penggunaan alat pelindung diri (APD) sebagai kewajiban mutlak di dapur.

“Kita juga wajib pakai masker, jadi pas mereka baru datang ke dapur, mereka naruh barang-barang mereka ke loker ya, para relawan,” katanya.

Prosedur dilanjutkan dengan mencuci tangan serta penggunaan perlengkapan lengkap, seperti masker, hairnet, sarung tangan, dan apron.

Baca Juga:Dongkrak Pendapatan Daerah, Pemprov Buka Peluang Sewakan Aset untuk Dapur MBGIming-Iming Dapur MBG Berujung Petaka, Puluhan Warga hingga Anggota DPRD Jadi Korban Penipuan

“Baru ketika semua sudah memakai APD-nya dan sudah sesuai serta sudah lengkap baru proses pengerjaan makanan tersebut gitu,” jelas Daffa.

Tak hanya pada tahap pengolahan, pengawasan kualitas juga dilakukan sejak bahan baku diterima dari pemasok. Menurut Daffa, pihaknya bekerja sama dengan supplier berbadan hukum dan memiliki alur kerja tersendiri.

“Jadi untuk awal-awal itu kita ini kerja sama dengan supplier dalam bentuk CV. Nah, untuk supplier itu datang bahan baku biasanya mulainya dari jam 12 siang, bisa sampai jam 5 sore biasanya bahan baku itu datang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan bahan baku sepenuhnya ditangani tim internal dapur.

“Jadi kalau untuk masalah supplier, saya enggak ada andil gitu. Setelah itu nanti bakal ada tim persiapan. Tim persiapan itu datangnya di jam 4 sore,” kata Daffa.

Proses persiapan, lanjutnya, meliputi pembersihan, pemotongan, sortir bahan pangan, hingga perhitungan porsi.

“Karena kalau misalnya kayak semakin banyak istirahatnya bakalan semakin lama. Biasanya dari jam 4 bisa beresnya mungkin di jam 10 malam,” sambungnya.

Baca Juga:Iming-Iming Dapur MBG Berujung Petaka, Puluhan Warga hingga Anggota DPRD Jadi Korban Penipuan19 dari 28 Dapur MBG di Banjar Sudah Kantongi IPAL

Tahap pengolahan makanan dimulai dini hari, Daffa menjelaskan untuk pengolahan dimulai bisa dari jam 12 malam.

“Setelah itu tuh mereka kayak nyiapin bikin bumbulah bikin bumbu-bumbu sausnya, terus ya kayak ngegoreng-gorengnya kayak gitu-gitu, numis-numis sayur,” jelas Daffa.

Proses tersebut berlanjut hingga pagi hari sebelum masuk ke tahap pemorsian yang diawasi langsung oleh ahli gizi.

“Jadi ahli gizi juga memantau proses pemorsian tersebut. Jadi harus sesuai dengan takarannya gitu,” ujarnya.

Secara keseluruhan, dapur SPPG Cibeber 1 memiliki sejumlah divisi kerja.

“Ada persiapan, ada pengolahan, ada pemorsian, ada distribusi, ada cuci ompreng sama kebersihan,” kata Daffa.

Lebih lanjut, Daffa menjelaskan, pihaknya sengaja menghindari jenis menu tertentu yang berpotensi cepat basi. Makanan dengan kandungan air tinggi atau berbahan santan menjadi perhatian khusus karena dinilai lebih rentan menurunkan kualitas jika tidak ditangani dengan tepat.

0 Komentar