Belanja Makin Berat, Harga Sembako di Bandung Barat Merangkak Naik Jelang Ramadan

Belanja Makin Berat, Harga Sembako di Bandung Barat Merangkak Naik Jelang Ramadan
Belanja Makin Berat, Harga Sembako di Bandung Barat Merangkak Naik Jelang Ramadan. Foto Dimas
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, mulai merangkak naik menjelang bulan suci Ramadhan.

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun konsumen, di tengah kondisi ekonomi yang semakin lesu dan menurunnya daya beli masyarakat.

Dari pantauan pada Rabu (4/2/2026), harga telur naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 29.000 per kilogram (kg), bawang merah meningkat dari Rp 40.000 menjadi Rp 45.000 per kg, dan cabai rawit melonjak hingga dua kali lipat, dari Rp 40.000 menjadi Rp 80.000 per kg. Sementara itu, harga beras non-Bulog mengalami kenaikan tipis, berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 18.000 per kg, tergantung kualitas.

Baca Juga:Hari ke-11 Pencarian, 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu TeridentifikasiLangkah Tua Emak Eti, Rezeki dari Gorengan

Kenaikan harga yang signifikan membuat pedagang dan konsumen merasakan tekanan yang cukup besar.

Winie (32), pedagang cabai di Pasar Tagog Padalarang, mengatakan lonjakan harga cabai rawit menjadi salah satu yang paling terasa.

“Dari sananya sudah naik. Katanya pasokan berkurang. Sekarang pembeli jadi mengurangi belanja hingga setengahnya,” ujarnya.

Menurut Winie, konsumen yang biasanya membeli 1-2 kg cabai, kini hanya membeli setengah kilogram atau satu kilogram saja.

Tak hanya cabai, harga telur juga naik cukup signifikan dalam sepekan terakhir. U. Koswara (68), pedagang telur, memprediksi kenaikan harga akan terus berlanjut menjelang Ramadhan.

“Hanya sepekan, harga naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 29.000 per kg. Bisa saja nanti sampai Rp 33.000. Distributor bilang stok terbatas dan permintaan tinggi,” katanya.

Koswara menambahkan, kenaikan harga telur biasanya terjadi bertahap menjelang hari besar keagamaan, sehingga pedagang harus menyesuaikan stok dan strategi penjualan.

Baca Juga:MTsN Kota Cimahi Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Pasir LanguJumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10

Di sisi konsumen, kenaikan harga sembako tetap menjadi persoalan klasik yang tak pernah tuntas. Yoyoh (55), seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan kekhawatirannya terkait lonjakan harga tersebut.

“Kami ingin bisa belanja dengan harga terjangkau, apalagi di kondisi ekonomi sekarang. Setiap menjelang hari raya, harga selalu naik. Peran pemerintah sangat dinantikan agar masyarakat tidak terlalu terbebani. Mudah-mudahan harga tidak terus naik, karena beda Rp1.000 saja sudah cukup berarti bagi kami para ibu-ibu,” ujarnya. (Wit)

0 Komentar