JABAR EKSPRES – Sekelompok warga dari Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, yang tergabung dalam Forum Energi Squad mendatangi kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Banjar Kota.
Mereka menyampaikan protes atas layanan listrik yang dinilai sangat tidak memuaskan dan telah menimbulkan berbagai kerugian di tengah masyarakat.
Emis Misbahudin, koordinator Forum Energi Squad, menyampaikan bahwa keluhan utama yang dirasakan warga adalah frekuensi pemadaman listrik yang sangat tinggi.
Baca Juga:Jumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10Masuki 2026, De Braga by ARTOTEL Perkuat Konsep Hospitality Berkelanjutan dan Ramah Keluarga
“Listrik yang sering mati ini dianggap merugikan konsumen,” tegasnya, Selasq (3/2/2026).
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa lagi ditoleransi mengingat listrik telah menjadi kebutuhan pokok dalam mendukung aktivitas sehari-hari, ekonomi, bahkan ibadah.
Ia menegaskan bahwa warga menuntut hak mereka sebagai konsumen untuk mendapatkan kualitas, kuantitas, dan kapasitas listrik yang memadai sesuai dengan kewajiban pembayaran yang rutin mereka lakukan.
Secara rinci, forum yang mewakili suara masyarakat tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan mendesak. Pertama, mereka meminta PLN untuk segera memperbaiki dan memaksimalkan pelayanan, termasuk pemeliharaan jaringan dan peningkatan kualitas tegangan listrik yang kerap tidak stabil.
Kedua, warga meminta penjelasan yang logis dan transparan mengenai penyebab seringnya terjadi pemadaman, yang selama ini terasa seperti sebuah kejadian rutin tanpa informasi yang jelas. Ketiga, perbaikan layanan diharapkan dapat mencegah kerugian material dan immaterial yang terus dialami masyarakat, terlebih lagi dalam menyambut bulan Ramadan di mana kebutuhan listrik untuk ibadah dan kegiatan keluarga meningkat signifikan.
“Tuntutan yang paling konkret adalah permintaan penambahan gardu listrik baru. Kami yakin bahwa salah satu akar masalah dari pemadaman berulang dan tegangan yang lemah adalah kelebihan beban pada gardu yang ada. Pembangunan gardu baru sebagai solusi jangka panjang untuk menciptakan kestabilan pasokan listrik di wilayah kami,” katanya.
Menanggapi berbagai keluhan dan tuntutan tersebut, Manager PLN ULP Banjar Kota, Fajar Maulana, memberikan penjelasan dan beberapa langkah yang telah dan akan ditempuh oleh pihaknya. Ia mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan komunikasi, PLN telah membentuk grup WhatsApp khusus pelanggan. “Kami memberikan update informasi melalui WA Group jika ada gangguan pelayanan yang sebelumnya sudah dijadwalkan,” jelas Fajar.
