Ia mangatakab, mekanisme ini diharapkan dapat menjadi saluran informasi agar perwakilan warga dapat meneruskan info pemadaman terjadwal kepada masyarakat di wilayahnya. Terkait gangguan yang sering terjadi di Langkaplancar dan Cigugur, Fajar menyebutkan bahwa selain faktor cuaca seperti hujan dan angin kencang, gangguan dari hewan liar menjadi penyebab utama yang di luar kendali operasional.
“Kami tadi sudah jelaskan kepada warga yang ikut audiensi atas adanya kendala dari gangguan hewan-hewan seperti Muka atau Kukang Jawa, ular, maupun burung, dan alhamdulillah sudah menerima,” paparnya.
Gangguan akibat hewan ini, menurutnya, bersifat mendadak sehingga sulit diinformasikan kepada pelanggan sebelumnya. Sebagai bentuk antisipasi, PLN ULP Banjar Kota telah melakukan sejumlah upaya teknis. “Kami telah memasang ranjau-ranjau anti binatang yang diharapkannya bisa efektif,” ujar Fajar.
Baca Juga:Jumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10Masuki 2026, De Braga by ARTOTEL Perkuat Konsep Hospitality Berkelanjutan dan Ramah Keluarga
Langkah lain yang telah diambil termasuk mengganti konduktor terbuka dengan kabel berisolasi serta memasang pelindung (cover) pada bagian-bagian bertegangan di jaringan dan gardu listrik. Fajar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dalam hal perizinan pemangkasan pohon yang kerap mengganggu jalur distribusi listrik. (CEP)
