Dua Unit, Satu Etalase, dan Kisah yang Menunggu Pemiliknya

SPESIAL EDITION: Deretan sepeda United berjajar di etalase, sebagian masih terbungkus rapi
SPESIAL EDITION: Deretan sepeda United berjajar di etalase, sebagian masih terbungkus rapi. Di balik rangka dan roda itu, ada cerita tentang pilihan: dikayuh hari ini, atau disimpan sebagai mimpi perjalanan esok hari.(Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Ia tidak dibuat untuk dikejar waktu, melainkan untuk disimpan dan dipahami. Di sebuah etalase kecil di Jalan Veteran, Kota Bandung, dua sepeda berdiri sebagai sisa dari lima yang pernah ada United Trifold edisi lukis tangan, ketika rangka menjadi kanvas dan kayuhan berubah menjadi cerita.

YANUAR BASWATA, Kota Bandung, Jabar Ekspres

DI sudut Jalan Veteran, Bandung, sebuah sepeda berdiri tenang di etalase Bangka Sepeda Gallery. Sekilas ia tampak seperti sepeda lipat pada umumnya. Namun bila didekati, garis warnanya berbicara lain: tidak simetris, tidak berulang, dan terasa hidup.

Sepeda itu adalah United Trifold 11 Speed Special Edition, edisi langka yang lahir dari pertemuan dunia mekanik dan seni.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

Tahun 2021, United memutuskan melakukan sesuatu yang tak biasa. Rangka sepeda dilukis langsung dengan tangan oleh seniman Carmanita. Bukan dicat pabrik, bukan diproduksi massal. Setiap sapuan warna dikerjakan manual, menjadikan tiap unit berbeda satu sama lain. Dari proses itu, hanya lima unit yang lahir ke dunia.

Kini, empat tahun berselang, waktu telah menyisakan cerita. Dari lima unit yang pernah ada, hanya dua sepeda yang masih bisa ditemui dan keduanya berada di Bandung.

Yanti, pemilik Bangka Sepeda Gallery, menyebut sepeda itu bukan sekadar barang dagangan. “Yang datang melihat biasanya bukan orang yang buru-buru membeli,” katanya kepada Jabar Ekspres, baru-baru ini.

“Mereka melihat lama, memperhatikan detail, seperti sedang membaca lukisan.”

Menurut Yanti, para peminat United Trifold edisi lukis tangan umumnya adalah kolektor. Mereka memahami bahwa nilai sepeda ini bukan hanya pada komponen 11 percepatan yang halus saat berpindah gigi, atau pada sistem trifold yang ringkas dan kokoh. Nilainya justru terletak pada ketidakterulangan.

“Tidak akan ada unit kedua yang sama. Itu yang membuatnya istimewa,” ujarnya pelan.

Di balik nilai seni tersebut, fungsi sepeda tetap dijaga. Rancangannya memungkinkan sepeda dilipat dengan mudah, dibawa masuk ke ruang sempit, atau disimpan tanpa memakan banyak tempat. Ia bisa dikayuh di jalan kota, namun juga layak diam di ruang koleksi.

0 Komentar