“Melalui Sadayana, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan publik dalam satu platform. Kami ingin layanan pemerintah benar-benar mudah, cepat dan transparan,” katanya.
Di sektor ekonomi, Yayan menyoroti realisasi investasi Kota Bandung sepanjang 2025 yang mencapai Rp11,92 triliun. Angka tersebut mencerminkan iklim usaha yang relatif kondusif sekaligus mendukung penguatan smart economy.
“Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp11,92 triliun. Ini menunjukkan iklim usaha di Kota Bandung cukup kondusif dan berdampak pada penguatan smart economy,” jelasnya.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
Meski demikian, Yayan mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, terutama di bidang kesehatan masyarakat. Walaupun cakupan jaminan kesehatan sudah mencapai 99,21 persen, persoalan seperti peningkatan angka stunting masih menjadi tantangan yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.
“Cakupan jaminan kesehatan memang sudah 99,21 persen, tetapi kami masih menghadapi tantangan seperti peningkatan angka stunting. Ini perlu kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Menatap 2026, Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah program cepat sebagai pengungkit smart city, mulai dari pengembangan sport tourism, penerapan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah, beautifikasi 17 ruas jalan wisata, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk layanan publik dan keamanan kota.
“Kami siapkan sport tourism untuk menggerakkan pariwisata dan PAD, ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah, beautifikasi 17 ruas jalan wisata serta pemanfaatan AI untuk layanan publik dan keamanan kota,” pungkasnya.
