“Kami memandang proses evaluasi ini sebagai ruang pembelajaran. Masukan dari para asesor menjadi bekal penting bagi kami untuk menyempurnakan program ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Yayan A. Brilyana menilai, Kota Bandung memiliki modal kuat untuk terus mengembangkan konsep kota cerdas.
Modal tersebut tidak hanya berasal dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari ekosistem pendidikan, teknologi, dan inovasi yang tumbuh di kota ini.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
“Kota Bandung punya lebih dari 100 perguruan tinggi, tingkat penetrasi internet sudah mencapai 85 persen dan ekosistem inovasi yang terus tumbuh. Ini modal besar untuk mengembangkan smart city,” ujar Yayan.
Berbagai pengakuan dari lembaga nasional dan internasional, menurut Yayan, menunjukkan bahwa Bandung berada di jalur yang tepat dalam implementasi smart city. Namun, ia menekankan capaian tersebut sekaligus membawa tanggung jawab besar untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas layanan publik.
“Sejumlah lembaga menempatkan Bandung sebagai salah satu kota terdepan dalam implementasi smart city di Indonesia. Ini bukan kebanggaan semata, tapi juga tanggung jawab untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Dalam konteks digitalisasi layanan, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar pada aspek keamanan informasi. Yayan menegaskan, penguatan sistem pengamanan menjadi keharusan seiring meningkatnya ketergantungan pada layanan digital.
“Kami membangun Security Operation Center (SOC), CCTV analitik dan panic button. Transformasi digital harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber,” tegasnya.
Dari sisi tata kelola, Pemkot Bandung mencatat sejumlah capaian. Nilai indeks SPBE Kota Bandung telah mencapai 4,66 dengan kategori sangat baik, sementara indeks reformasi birokrasi berada di angka 83,58 dengan peringkat A.
“Nilai indeks SPBE Kota Bandung sudah mencapai 4,66 dengan kategori sangat baik. Indeks reformasi birokrasi kami juga di angka 83,58 dengan peringkat A. Ini menunjukkan tata kelola digital kami semakin matang,” ungkap Yayan.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
Dalam pelayanan publik, Pemkot Bandung mengintegrasikan berbagai layanan melalui super-app Sadayana. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah warga mengakses layanan pemerintah dalam satu platform yang cepat dan transparan.
