Dongkrak PAD, Bapenda Buru Penunggak Pajak Lewat Operasi Gabungan 

Dongkrak PAD, Bapenda Buru Penunggak Pajak Lewat Operasi Gabungan 
Ilustrasi kegiatan operasi gabungan pajak. (Dok Bapenda)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat gencarkan operasi gabungan untuk menjaring para penunggak pajak.

Operasi gabungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendongkrak pendapatan daerah, mengingat tidak sedikit masyarakat yang belum menuntaskan kewajibannya.

Sekretaris Bapenda Jabar M. Deni Zakaria menuturkan, Bapenda mendapatkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 sebesar Rp19,519 triliun. Itu tentu menjadi angka yang tidak mudah. “Namun kami tetap optimistis, ” jelasnya, Senin (2/2/2026).

Baca Juga:Upaya Dongkrak Pendapatan Daerah, BUMD Jabar Bakal DigabungkanDongkrak Pendapatan Daerah, Pemprov Buka Peluang Sewakan Aset untuk Dapur MBG

Deni melanjutkan, di 2026 Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ditargetkan dapat dicapai sebesar Rp6,2 triliun dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) senilai Rp3,3 triliun.

Dua hal itu menjadi instrumen andalan utama dalam pendapatan daerah. Karenanya, Bapenda tidak mau tinggal diam.

Pihaknya akan melakukan sejumlah upaya untuk mencapai target, diantaranya operasi gabungan khusus untuk mengejar penunggak PKB di Jawa Barat.

Operasi tersebut diperlukan karena masih terdapat sekitar 5 juta pemilik kendaraan di Jawa Barat yang belum membayar kewajibannya. Walau sempat diberikan program insentif atau keringanan pembayaran melalui program pemutihan 2025 lalu.

Deni menjelaskan, operasi gabungan akan dilakukan secara masif di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Waktunya juga ditambah, yakni rutin dilakukan setiap bulan, bahkan setiap pekan di wilayah tertentu. Sebelumnya, kegiatan tersebut hanya setiap tiga bulan sekali.

Selain itu, Bapenda akan berupaya menelusuri kendaraan ke rumah-rumah atau perusahaan/pabrik besar, melalui kolaborasi dengan pihak ke tiga.

“Itu perlu, bisa jadi kendaraan sudah pindah tangan, bahkan sudah pindah provinsi. Tetapi di tempat yang barunya belum dibaliknamakan,” jelasnya.

Baca Juga:Siasat Pemprov Jabar Dongkrak Pendapatan Daerah 2026, Restrukturisasi Utang sampai Evaluasi Kerja Sama AsetPendapatan Pajak Kota Bandung Tembus 90 Persen, Pariwisata Tetap Jadi Penopang Utama

Kemudian Bapenda juga memaksimalkan 800 karyawannya untuk melakukan penelusuran melalui aplikasi Panah Pasopati. (son)

0 Komentar