Pendapatan Pajak Kota Bandung Tembus 90 Persen, Pariwisata Tetap Jadi Penopang Utama

Foto udara bangunan apartemen di Kawasan Dago, Kecamatan Coblong Kota Bandung
Foto udara bangunan apartemen di Kawasan Dago, Kecamatan Coblong Kota Bandung, Selasa (16/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kota Bandung mencatatkan kinerja positif dari sisi pendapatan daerah, khususnya pada sektor pajak. Hingga penghujung tahun, realisasi pendapatan pajak tercatat telah mencapai sekitar 90 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelayanan dan kepatuhan pajak di Kota Bandung masih berada dalam tren yang stabil.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), realisasi pajak di akhir tahun tidak mengalami penurunan signifikan meski sempat dihadapkan pada sejumlah tantangan kebijakan.

“Kalau dilihat dari sisi pendapatan, terutama pajak di akhir tahun, realisasinya sudah di kisaran 90 persen. Ini menandakan bahwa pendapatan dari sektor pelayanan pajak masih berjalan dengan baik,” ujar Iskandar, Jumat (2/1).

Baca Juga:Julio Cesar Bicara Ambisi Besar Persib, Juara Lagi dan Melangkah Jauh di ACL 2Tutupi 2025 dengan Syukur dan Kemanusiaan, Dirut BSI Pimpin Doa Akhir Tahun dari Aceh

Iskandar mengakui, pada pertengahan tahun lalu terdapat beberapa kebijakan yang berdampak langsung terhadap penerimaan daerah. Di antaranya adalah pembatasan kegiatan di hotel, serta kebijakan pembatasan studi tur dan studi banding dari luar daerah yang sempat diberlakukan.

Menurutnya, kebijakan tersebut secara langsung memengaruhi kota-kota yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, termasuk Kota Bandung. Aktivitas perhotelan, restoran, dan sektor pendukung pariwisata lainnya sempat mengalami perlambatan yang berdampak pada penerimaan pajak daerah.

“Kita tidak menutup mata, kebijakan pembatasan itu memang cukup terasa dampaknya, terutama bagi daerah tujuan wisata seperti Bandung,” katanya.

Meski demikian, Iskandar bersyukur kondisi tersebut tidak berlangsung dalam waktu lama. Aktivitas ekonomi dan pariwisata perlahan kembali bergerak, terutama menjelang akhir tahun. Hal itu tercermin dari capaian pendapatan pajak yang kembali menguat dan mendekati target.

“Alhamdulillah, data terakhir dari Bapenda menunjukkan bahwa Bandung tetap diminati sebagai destinasi wisata. Ini bisa dilihat dari capaian pendapatan pajak yang cukup tinggi di akhir tahun,” ucapnya.

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan bahwa target pendapatan pajak yang ditetapkan Bapenda Kota Bandung pada tahun 2024 berada di kisaran Rp2,6 triliun. Target tersebut kemudian dinaikkan secara signifikan pada tahun 2025 menjadi sekitar Rp3,3 triliun.

Kenaikan target tersebut, kata Iskandar, mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan potensi pendapatan pajak Kota Bandung ke depan. Hingga saat ini, realisasi pendapatan pajak sementara telah mencapai lebih dari Rp3 triliun.

0 Komentar