JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas kegempaan cukup tinggi di wilayah Provinsi Jawa Barat selama periode Januari 2026. Sepanjang bulan tersebut, tercatat sebanyak 97 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Jabar dan sekitarnya.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan seluruh data kegempaan tersebut telah direkam dan dianalisis oleh BMKG.“Selama Januari 2026, terdapat 97 kali gempa bumi yang terjadi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya,” ujarnya kepada Jabar Ekspres, Minggu (1/2).
Rahayu yang akrab disapa Ayu menjelaskan, berdasarkan kedalaman hiposenter, mayoritas gempa merupakan gempa dangkal. Sebanyak 80 kejadian tercatat berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Baca Juga:English 1 Resmi Membuka Center Baru di Bandung SummareconGubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Pemulihan Pascabencana di Pemalang
Sementara itu, gempa dengan kedalaman menengah pada rentang 60 hingga 300 kilometer tercatat sebanyak 16 kejadian. Adapun gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer terjadi satu kali, dengan rentang kedalaman antara 2 kilometer hingga 319 kilometer.
Dari sisi magnitudo, gempa terbesar yang tercatat memiliki kekuatan magnitudo 3,8, sedangkan gempa terkecil berada pada magnitudo 1,3. Berdasarkan lokasi hiposenternya, sebanyak 62 gempa berpusat di laut selatan Jawa, sementara 35 gempa lainnya berpusat di darat.
Sepanjang Januari 2026, BMKG Stasiun Geofisika Bandung juga mencatat sedikitnya dua kejadian gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya terjadi pada 30 Januari 2026 pukul 05.13.54 WIB, dengan pusat gempa berada di koordinat 6,87 Lintang Selatan dan 107,75 Bujur Timur pada kedalaman 5 kilometer.
Gempa berkekuatan magnitudo 2,7 tersebut berlokasi sekitar 19 kilometer barat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan dirasakan di sejumlah wilayah seperti Sukasari, Tanjungsari, Cileunyi, Cilengkrang, Cimenyan, Lembang, serta Ujungberung dengan intensitas II–III MMI.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya gempa bumi. Ayu juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selain itu, masyarakat diimbau menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa demi keselamatan bersama.
