Hari Kedelapan Pencarian, 3.675 Personel SAR Dikerahkan di Longsor Pasirlangu

Petugas membawa anjing pelacak saat pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua
Petugas membawa anjing pelacak saat pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 3.675 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang memasuki hari kedelapan, Sabtu (31/1/2026).

Tim SAR gabungan masih membagi wilayah pencarian ke dalam tiga sektor, yakni sektor A, B, dan C. Proses pencarian dilakukan dengan mengombinasikan metode manual, bantuan anjing pelacak (K9), serta penggunaan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran.

Selain ribuan personel, operasi SAR juga didukung 17 unit excavator dan 22 K9 yang disebar di titik-titik prioritas pencarian. Seluruh unsur SAR terus berupaya mempercepat proses evakuasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

Berdasarkan data terakhir per Jumat (30/1) pukul 16.57 WIB, tim SAR sedikitnya menemukan 60 kantung jenazah atau bodypack. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), sementara 20 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kelancaran operasi di lapangan. Ia berharap cuaca dapat mendukung agar pencarian berjalan optimal.

“Kami berharap cuaca cerah sehingga seluruh rangkaian operasi SAR dapat berjalan dengan aman dan maksimal,” ujar Ade.

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan yang masih mengancam, terutama dengan kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

“Keselamatan personel menjadi prioritas utama. Seluruh tim diminta disiplin terhadap prosedur keselamatan dan saling mengingatkan di lapangan,” tegasnya.

Sebelumnya, operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Kampung Kuning, Desa Pasirlangu, diputuskan untuk dilanjutkan hingga sepekan ke depan. Selama tujuh hari pertama pelaksanaan SAR, tim gabungan telah mengevakuasi 60 kantung jenazah, sementara 20 korban masih belum ditemukan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memastikan operasi SAR akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan atau hingga masa tanggap darurat berakhir.

Baca Juga:Dion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib BandungDPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat Sasaran

“Setelah melakukan evaluasi dan menerima laporan dari seluruh unsur SAR, kami sepakat operasi pencarian dilanjutkan dengan pengerahan kekuatan secara maksimal,” kata Syafii saat ditemui di Posko Basarnas Longsor Pasirlangu, Jumat (30/1).

0 Komentar