PVMBG Ungkap Penyebab Longsor Cisarua, Begini Penjelasannya

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua,
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mulai menjelaskan penyebab longsor yang terjadi di kaki Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Plh Kepala PVMBG, Edi Slameto, menyebut longsor pada 24 Januari 2026 dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan pergeseran tanah. Menurutnya, kondisi material vulkanik Gunung Burangrang yang mudah lapuk membuat tanah menjadi jenuh dan rawan longsor.

“Gunung Burangrang adalah gunung api purba, didominasi material vulkanik yang mudah lapuk karena terdiri dari fragmen batuan beragam ukuran, dari besar hingga kecil. Sifatnya yang mudah lapuk membuat tanah cepat jenuh,” jelas Edi saat ditemui di kantor PVMBG, Jumat (30/1).Selain itu, longsoran terjadi di lereng curam, dengan kecuraman mencapai 35–55 derajat di beberapa titik. Edi menegaskan bahwa longsor ini merupakan hasil dari multi faktor, yakni batuan mudah lapuk, lereng curam, curah hujan tinggi, dan tata guna lahan.

Baca Juga:English 1 Resmi Membuka Center Baru di Bandung SummareconGubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Pemulihan Pascabencana di Pemalang

“Kalau salah satu dari empat faktor ini tidak terpenuhi, longsor kemungkinan tidak terjadi,” tambahnya.Bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan RW 11, terjadi sekitar pukul 03.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut. Sedikitnya 30 rumah tertimbun, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyatakan titik longsor berada di RT 05 RW 11. Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama pemicu longsor.

0 Komentar