JABAR EKSPRES – Beberapa sekolah swasta di Jawa Barat berteriak setelah kucuran bantuan dari Pemprov Jabar untuk tahun 2026 dikabarkan menjadi nol rupiah.
Kondisi ini memicu kekhawatiran para pengelola sekolah terkait operasional dan keberlangsungan pendidikan.
Kabar dicoretnya bantuan itu disampaikan Anggota Komisi V DPRD Jabar Maulana Yusuf Erwinsyah beberapa hari lalu.
Baca Juga:ibis Bandung Pasteur Hadirkan “Ririungan Ramadhan”, Buka Puasa All You Can Eat dengan Live MusicAwal 2026, BULOG Kancab Bandung Gencarkan Penyerapan GKP di Sentra Produksi Padi Sumedang
“Kami memberitahu kabar tidak nyaman. Terkhusus sekolah swasta. Bantuan Pemprov Jabar ke sekolah swasta pada 2026 itu nol rupiah, ” katanya dalam video yang juga diposting di medsos resminya.
Maulana melanjutkan, Sebelumnya ada BPMU untuk sekolah swasta maupun rencana akan diganti dengan bantuan personal ataupun bantuan operasional. “Namun pada faktanya itu nol rupiah, ” tegasnya.
Sekolah Bakal Naikkan SPP
Berkaitan dengan itu, Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat (Jabar) Ade D. Hendriana mengungkapkan, pihaknya juga baru mengetahui kabar tersebut dari medsos anggota DPRD. “Dengernya juga dari postingan Anggota Komisi V, ” jelasnya, Kamis (29/1).
Ade melanjutkan, pihaknya juga telah tau terkait dihapusnya BPMU ditahun 2026. Kabar itu telah mencuat sejak 2025 lalu. Bahwa BPMU akan dihapus di 2026 sebagai gantinya dengan pola beasiswa.
Ade juga sempat mengkonfirmasi kepada Anggota Komisi V DPRD Jabar yang lain. Namun keterangannya masih ada dalam bentuk beasiswa.
Meskipun pihaknya juga menyayangkan perihal itu. “Kami dari pihak sekolah swasta sangat menyayangkan anggaran BPMU Rp 600 M menjadi Rp 218 M untuk beasiswa, ” jelasnya.
Ade juga menegaskan bahwa pada 2025 sempat ada kesepakatan bahwa jika BPMU disalurkan maka Ijazah yang masih tertahan di sekolah diserahkan. “Kami kan semua sudah melakukan kesepakatan tersebut, ” katanya.
Baca Juga:Brother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah InspiratifBelanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo Romantis
Menurut Ade, Jika BPMU dihapus konsekuensinya pertama sekolah swasta pasti akan menaikan SPP sekian persen. Karena BPMU itu untuk pembayaran honor guru. Kedua, Ijazah yang tertahan di sekolah tidak akan dibagikan secara begitu saja terkecuali bagi peserta didik yang mendapatkan beasiswa.
“Semoga segera ada kejelasan yang utuh, ” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah turut mengungkapkan bahwa anggaran untuk sekolah swasta masih ada di 2026. “Tidak nol, masih ada. Meski peruntukan dalam bentuk beasiswa, ” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (29/1).
