6. Bungkus tiap potong dengan plastik, masukkan ke dalam freezer hingga beku.
7. Es gabus siap disajikan.
Viralnya es gabus juga dipicu oleh sebuah peristiwa yang menimpa seorang pedagang es gabus asal Depok. Ia mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan setelah dituduh menjual es berbahan spons atau busa berbahaya saat berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pedagang tersebut dituding menggunakan bahan seperti polyurethane foam (PU foam) atau spons cuci piring, tuduhan yang kemudian memicu kehebohan dan kekhawatiran publik.
Baca Juga:Aplikasi SnapBoost Penghasil Uang Diduga Scam? Ini Fakta SebenarnyaSimulasi Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Modal Rp100 Juta Cicilan Mulai Rp200 Ribuan Andalan UMKM
Namun, pihak TNI akhirnya memberikan klarifikasi. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0501 Jakarta Pusat, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, memastikan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut murni akibat kesalahpahaman di lapangan dan tidak ada niat untuk merugikan masyarakat. Pendekatan humanis pun dilakukan agar hubungan antara aparat dan warga tetap harmonis.
Dengan klarifikasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada isu yang belum terbukti kebenarannya. Es gabus asli yang dibuat dari tepung hunkwe aman dikonsumsi, selama proses pembuatannya higienis dan menggunakan bahan makanan yang sesuai standar.
Kini, es gabus tak hanya menjadi simbol nostalgia, tetapi juga pengingat bahwa jajanan tradisional Indonesia memiliki nilai sejarah dan cita rasa yang patut dilestarikan.
