Ia menambahkan, modal yang dikeluarkan petani KJA mencapai Rp21 juta per unit keramba, termasuk biaya pembelian benih dan pakan. Di Waduk Saguling, satu petani rata-rata memiliki 10 hingga 50 unit KJA.
“Kalau kerugian jelas berbeda-beda, tergantung jumlah kolam yang dimiliki. Dengan kondisi seperti ini, kerugiannya bisa sangat besar,” katanya.
Di KJA miliknya, Agus mengaku menebar hampir 6 ton benih ikan sebelum kematian massal terjadi. Hingga kini, sebagian ikan mati telah diangkat dari keramba untuk mencegah pencemaran yang lebih luas.
Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan
“Perkiraannya sekitar seperempat dari total benih sudah mati. Sekarang masih terus kami angkat,” pungkasnya. (Wit)
