Permintaan Lampion Imlek Meningkat, Produksi L&D Art Lamp Capai Ratusan Unit

Permintaan Lampion Imlek Meningkat, Produksi L&D Art Lamp Capai Ratusan Unit
Pekerja menyelesaikan produksi dekorasi lampion menjelang tahun baru imlek 2577 Kongzili di rumah produksi L&D Art Lamp di Gang Mulya Asih, Sukaraja, Kota Bandung, Rabu (28/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Permintaan lampion menjelang perayaan Tahun Baru Imlek mendorong peningkatan aktivitas produksi di rumah produksi L&D Art Lamp, Kota Bandung. Hal ini diungkapkan, sang pemilik rumah produksi, Lisye Diana.

Pantauan Jabar Ekspres, pekerja menyelesaikan produksi dekorasi lampion menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di rumah produksi L&D Art Lamp di Gang Mulya Asih, Sukaraja, Kota Bandung, Rabu (28/1).

Dirinya mengatakan jumlah pesanan tahun ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:Lampions Park: Taman Asri dan Menarik untuk Bersantai di Kota BandungJelang Perayaan Imlek, Pengrajin Lampion di Bandung Kebanjiran Orderan

“Sekarang ada kenaikan 100 persen,” kata Lisye kepada Jabar Ekspres.

Peningkatan permintaan tersebut diikuti dengan perubahan spesifikasi produk, Lisye menyebut lampion yang dipesan pada tahun ini didominasi ukuran besar.

Menurut dia, ukuran lampion yang diproduksi saat ini berbeda dengan tahun lalu. Ia juga menjelaskan variasi ukuran lampion yang tengah diproduksi.

“Karena ini gede-gede lampion, ada sekitar 300 unit. Tahun kemarin mah, ukuran standar. Sekarang mah gede-gede, ukuran sekira satu meteran,” kata Lisye.

Perubahan ukuran lampion berdampak pada kebutuhan tenaga kerja. Lisye menjelaskan setiap rangka membutuhkan lebih banyak perajin.

“Satu rangka aja harus membutuhkan 1–3 perajin,” ujarnya.

Lisye mengatakan sebagian besar pesanan lampion tersebut ditujukan untuk kebutuhan perayaan Imlek di Jakarta. Menurutnya, kebanyakan untuk pemenuhan Imlek di Jakarta.

Selain itu, sejumlah perusahaan masih mengantre untuk melakukan pemesanan. “Lalu ada sejumlah perusahaan yang masih antre,” ujarnya.

Baca Juga:Rayakan HUT ke-78 RI, Pawai Lampion Akan Warnai Jalanan SumedangRatusan Lampion Hiasi Kantor Kemenag, Tokoh Konghucu Sambut Positif: Pertama Kali dalam Sejarah

Permintaan lampion, menurut Lisye, telah masuk sejak beberapa bulan lalu. “Ini permintaan sudah mulai sejak Oktober tahun lalu,” kata dia.

Seluruh pesanan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Menurutnya harus segera terpasang Februari awal nanti. Terkait harga, Lisye menyebut penjualan mengikuti kondisi pasar dan biaya produksi.

Dirinya membandingkan dengan produk luar negeri. “Penjualan kita mengikuti pasaran, kalau mereka beli luar negeri bisa, tapi kan biaya cukai lumayan,” ujar Lisye.

Karena itu, harga disesuaikan dengan biaya produksi dan ukuran lampion. “Maka saya sesuaikan dengan biaya produksi, lalu dari besaran lampion,” katanya.

0 Komentar