JABAR EKSPRES – Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan Sidang Terbuka Senat Dewan Guru Besar dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Bimbingan Konseling, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I.
Prosesi pengukuhan dilangsungkan di Aula Gedung C, Kampus UNIDA, pada Sabtu, (24/1).
Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh berbagai tamu undangan dari unsur pemerintah, akademisi, para Guru Besar dan Rektor perguruan tinggi mitra, hingga para tokoh nasional.
Baca Juga:Pemerataan Industri Jamu Jadi Fokus, Komisi VII Dorong UMKM Daerah Naik KelasMagang Nasional Dinilai Perkuat Kesiapan SDM Masuk Dunia Kerja
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, menyampaikan apresiasi atas capaian UNIDA yang saat ini tercatat sebagai perguruan tinggi ke-11 dengan jumlah profesor terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.
Ia juga menegaskan bahwa Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah menjadi satu-satunya Guru Besar Manajemen Bimbingan dan Konseling di wilayah Jawa Barat dan Banten.
“Alhamdulillah, UNIDA saat ini tercatat sebagai perguruan tinggi ke-11 dengan jumlah profesor terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, dan Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah menjadi satu-satunya Guru Besar Manajemen Bimbingan Konseling di wilayah Jawa Barat dan Banten ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Lukman, menjelaskan bahwa pencapaian jabatan akademik Guru Besar merupakan proses yang tidak mudah dan masih menjadi tantangan besar secara nasional.
Di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, terdapat 420 perguruan tinggi dengan sekitar 3.036 program studi.
“Idealnya, jika setiap program studi memiliki satu profesor, maka dibutuhkan sedikitnya 3.000 profesor. Namun kondisi saat ini, jumlah profesor yang ada masih berkisar di angka 390-an, dan yang benar-benar aktif sesuai ketentuan hanya sekitar 290 profesor,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa secara nasional, dari sekitar 330 ribu dosen, hanya sekitar 12.500 orang atau sekitar tiga persen yang berhasil mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar.
Baca Juga:Tancap Gas! Indonesia Manfaatkan WEF Davos 2026 untuk Perkuat Posisi di Mata Investor Global Reformasi Tata Kelola, Dedi Mulyadi akan Pangkas Puluhan BUMD Jabar Jadi Satu Holding
Sementara itu, di wilayah Bogor dan Sukabumi, jumlah Guru Besar saat ini baru mencapai 21 orang.
Ketua Umum YPSPIAI, Prof. Dr. Uman Suherman menilai pengukuhan Guru Besar kali ini memiliki makna yang sangat spesial, khususnya bagi pengembangan keilmuan bimbingan konseling.
